Zionis Yahudi Persulit Masuknya Produk Yordania ke Palestina

1752

Setelah intifada Al-quds yang dimulai oktober 2015, pedagang bahan pokok di Palestina beralih ke komoditas Yordania. Peralihan tersebut bertujuan untuk memboikot produk “Israel” yang memerangi kota-kota tepi barat.

Ketua pedagang bahan pokok Yordania, Khalil Al-haj Taufiq berkata : ”Peralihan pedagang Palestina terhadap produk Yordania meningkat drastis dan ada banyak permintaan setelah pemboikotan terhadap produk “Israel” ”.

Dalam pernyataannya terhadap Quds Press, Al-haj Taufiq menjelaskan bahwa exportir Yordania menyediakan produk dari negara produsen lalu diproduksi melalui jembatan Al-malik Husein dan Pelabuhan Haifa, “Israel” .

Ia juga mengatakan bahwa Otoritas “Israel” mempersulit masuknya produk Yordania ke Palestina, dengan dalih bahwa mereka tidak memilki izin. Hal  ini disebabkan karena Tel Aviv berupaya melindungi komoditasnya yang masuk ke tepi barat.

Otoritas “Israel” meletakkan sistem yang menghambat perkembangan perdagangan masyarakat Palestina, baik di lintasan jembatan, terowongan, serta titik-titik perbatasan yang menghubungkan Palestina dan negara luar dengan dalih menjaga situasi keamanan. Ditambah dengan syarat-syarat lainnya seperti pengepakan, pengemasan serta harus memiliki dokumen dan pemeriksaan keamanan yang berlebihan dan mengakibatkan rusaknya barang.

“Israel” juga mewajibkan bagi seluruh produk yang masuk ke Palestina harus sesuai dengan spesifikasi dan standar “Israel” yang ketat serta tunduk kepada tarif Beacukai. Hal ini mengakibatkan produk Yodarnia dan mitra bisnis lain tak mampu bersaing.

Protokol Ekonomi Paris yang ditandatangani oleh Otoritas Palestina dan “Israel” tahun 1994 membatasi perkembangan ekonomi masyarakat Palestina. Karena pedagangan tersebut pada level tertinggi hanya terbatas antara Palestina dan “Israel”.

Ketua Kamar Dagang Industri Khalil Rizq dalam penyataannya terhadap Quds Press mengatakan bahwa “Israel” berulang kali mempersulit masuknya kontainer dari Yordania dengan dalih pemeriksaan keamanan.

Meskipun dihambat oleh “Israel” namun jumlah total hasil ekspor produk Yordania ke Palestina tahun 2013 mencapai angka 56 juta dinar, sedangkan tahun 2012 berkisar 52 juta dinar.

Dan jumlah total impor dari Yordania dari Palestina tahun 2013 berkisar 35 juta dinar, sedangkan tahun 2012 berkisar 37 juta dinar.

Jumlah total ekspor Palestina tahun 2014 berkisar  943.7 juta dolar. Sedangkan total impor barang berkisar 5.683 juta dolar, kebanyakan dari “Israel”. Hal ini meningkatkan defisit neraca perdagangan Palestina menjadi 4.73 juta dolar.

SuaraPalestina

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY