Wartawan Al Jazeera yang meliput blokade Taiz diculik

643

Hamdi al-Bukhari, terakhir terlihat pada Senin malam, diyakini telah diculik, lapor Al Jazeera.

Seorang koresponden Al Jazeera hilang dan diyakini telah diculik saat meliput pengepungan di kota Taiz,Yaman.

Hamdi al-Bukhari, seorang warga negara Yaman, terakhir terlihat sekitar pukul 10 malam hari Senin di tengah pusat kota yang dilanda perang, menurut pernyataan Al Jazeera Arab.

Pada saat itu, Bukhari didampingi oleh dua orang.
AJA mengatakan dalam pernyataan pada hari Kamis bahwa ada “indikasi bahwa ia telah diculik oleh orang tak dikenal”.

Dalam pernyataan itu, jaringan AJA menyerukan pembebasan segera korespondennya dan tuntutan kepada para penculiknya untuk memikul tanggung jawab penuh atas keselamatan dan keamanan Bukhari.

“Hamdi melaporkan realitas kota yang terkepung di Taiz dan krisis kemanusiaan yang diderita rakyatnya,” kata pernyataan itu.
Bukhari telah bekerja untuk Al Jazeera Arab sejak tahun 2006.

Taiz : Gerbang strategis

12493768_979508932115034_2448795188326178383_o

Doctors Without Borders (MSF) diizinkan memasuki kota Taiz dan mengirim pasokan medis ke rumah sakit untuk pertama kalinya dalam lima bulan. Pertempuran sengit dan kurangnya persediaan medis telah menyebabkan banyak rumah sakit dan klinik terpaksa tutup.

Dua truk MSF diisi penuh dengan pasokan medis masuk ke rumah sakit diTaiz untuk memberi perawatan kepada sejumlah besar korban pertempuran.

Taiz telah menjadi titik pusat pertempuran dalam perang Yaman yang sedang berlangsung antara milisi syiah Houthi yang didukung Iran, yang mengendalikan ibukota Sanaa, dan pasukan pemerintah sah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Pasukan pemerintah mengontrol Aden dan sebagian besar wilayah selatan negara itu dengan dukungan dari koalisi Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi.
Taiz dipandang sebagai pintu gerbang strategis antara Sanaa dan selatan.

Al Jazeera

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY