Warga sipil di Mosul terpaksa makan daging kucing untuk bertahan hidup

540

Kondisi kemanusiaan di kota Mosul Irak semakin memburuk di tengah pertempuran sengit antara pasukan Irak dan Daesh.

Seorang aktivis hak asasi manusia mengatakan banyak keluarga di Mosul begitu putus asa sehingga mereka makan kucing jalanan, burung dan rumput karena kekurangan makanan.

Khalil Al-Ashouri mengatakan air di Mosul tidak layak untuk konsumsi manusia sementara harga pangan di daerah yang dikuasai Daesh sangat tinggi sehingga satu kilogram beras bisa menembug harga hingga $ 36.

Sementara itu seorang dokter di Mosul barat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan warga menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi dan harus minum air yang terkontaminasi.

Kurangnya obat-obatan dan peralatan medis yang sesuai berarti bahwa orang sakit tidak dapat diobati di rumah sakit.

“Dokter harus mengobati luka korban senjata tanpa obat bius,” katanya, menambahkan bahwa pasien yang bertahan hidup setelah operasi harus segera keluar dari rumah sakit karena tidak ada cukup tempat tidur atau obat-obatan untuk meringankan rasa sakit mereka.

Sementara itu, milisi Daesh yang datang untuk mendapat pengobatan, dibawa dengan dilengkapi pasokan medis milik mereka sendiri, dokter menjelaskan.

Middle East Monitor

Berikan Tanggapan Anda...

comments

1 COMMENT

LEAVE A REPLY