Warga Palestina di Yerusalem Menolak Hidangan Ramadhan Dari UEA

32
Aktivis di Yerusalem telah meluncurkan hashtag di Twitter yang dalam bahasa Indonesia artinya “kami tidak lapar” sebagai penolakan terhadap hidangan Ramadhan yang disediakan oleh UEA bagi pengunjung Masjid Al-Aqsa. Mereka berpendapat bahwa Negara bagian Teluk itu mendukung penjajahan Israel di Palestina.

UAE telah mengirim tim pengendara sepeda mereka untuk berpartisipasi dalam lomba sepeda Giro d’Italia internasional yang melewati Yerusalem yang dijajah, yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan ke-70 hari Nakba.

 
Komite Olimpiade Palestina telah mengutuk partisipasi pengendara UEA dalam perlombaan tersebut. Partisipasi semacam itu merupakan bentuk pengkhianatan dan melawan perjuangan besar rakyat Palestina.
 
Menurut radio berbahasa Ibrani di Israel, normalisasi hubungan antara Israel dan UEA telah berlangsung sedemikian rupa sehingga Menteri Komunikasi Israel,Ayoob Kara, telah menerima undangan resmi untuk mengunjungi Emirates. Menteri Israel menambahkan bahwa dia juga mengharapkan para pejabat negara Teluk segera mengunjungi Israel.
 
Associated Press dan Washington Post melaporkan sebelumnya bahwa para duta Uni Emirat Arab dan Bahrain, Yousef Al-Otaiba dan Abdullah Bin Rashed Al-Khalifa, telah bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di sebuah restoran di Washington.
 
Bahrain juga mengirim tim untuk ambil bagian dalam acara Giro d’Italia. Memang, pemerintah di Manama (Ibukota Bahrain) telah mengirim delegasi ke Israel dan melakukan tur “provokatif” di Yerusalem beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember lalu.
 
Mengomentari pengumuman Trump, Menteri Luar Negeri Bahrain menyebutnya sebagai masalah “samping”. “Tidak berguna untuk terlibat dalam pertempuran dengan Amerika Serikat pada isu-isu sampingan,” kata Menlu Bahrain di Twitter. Palestina menilai  pernyataan Menlu Bahrain itu sebagai model Yudaisasi budaya yang telah menulari pikiran orang-orang cabul dan bermental Zionis.

Middle East Monitor

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY