(Video) Ormas Islam Malaysia Mengecam Iran Atas Penolakan Perjanjian Kesepakatan Haji

1883
Gabungan organisasi (pertubuhan) Islam Malaysia mengecam tindakan kerajaan Iran yang enggan menandatangani perjanjian kesepakatan pengurusan ibadah haji periode tahun 1437 Hijrah.
 
Ketua Pegawai Eksekutif Pertubuhan Belia Muslim Sedunia- Shahrin Awaludin- berkata, perjanjian kesepakatan itu menandakan suara wakil dunia Islam dalam usaha bersama memastikan keamanan jemaah haji dan kelancaran beribadah.
 
Walaupun mayoritas agama di Republik Iran adalah Syiah, tetapi Iran masih memiliki sejumlah ahli sunnah wal jamaah yang perlu menunaikan rukun Islam yang kelima itu.
 
Pertemuan organisasi Islam Malaysia ini menyatakan kritikan mereka atas provokasi dan tuduhan yang dibuat jemaah Iran dan mempertimbangkan kemungkinan akan berulangnya insiden berdarah semasa musim haji yang disebabkan oleh perilaku terencana dari sebagian jamaah Syiah, seperti yang telah terbukti acapkali terjadi pada musim haji tahun-tahun sebelumnya.
 
Pertemuan dihadiri oleh 20 ormas Islam Non-Pemerintah, antara lain yaitu ; Ikatan Alumni Pelajar Arab Saudi (IAS), Pertubuhan Ilmuan Malaysia (iLMU), Yayasan Kebajikan Nusantara ( YAKIN), Pertubuhan IKRAM Malaysia (IKRAM) dan Yayasan Ta’lim Kuala Lumpur.
 
Sidang media ormas Islam Malaysia ini menyatakan mereka mempertahankan keamanan dua tanah suci dari ancaman Syiah.
 
Menurut salah satu pembicara, penyebab kerajaan Iran enggan menandatangani persetujuan itu karena tidak dapat menerima beberapa syarat yang dikeluarkan Arab Saudi khususnya berkaitan keselamatan jemaah.
 
Seraya dengan itu Republik Syiah Iran telah menghantarkan aduan resmi kepada Pertubuhan Bangsa-bangsa Bersatu (PBB) dengan tuduhan bahwa Kerajaan Arab Saudi menafikan hak jemaah haji Iran. Iran juga meminta campur tangan PBB dengan menggunakan aduan mereka sebagai tuntutan hak asasi.


Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY