Untuk pertama kalinya rudal jelajah AS ditembakkan ke pangkalan udara rezim Suriah

292

Serangan militer datang sebagai reaksi atas serangan kimia di Idlib, yang diduga dilakukan oleh rezim Suriah.

Amerika Serikat menembakkan berondongan rudal jelajah ke Suriah pada Kamis malam sebagai reaksi atas serangan senjata kimia minggu ini terhadap warga sipil, kata para pejabat AS.

Itu adalah serangan langsung Amerika pertama pada rezim Suriah dan ketertiban militer paling dramatis Donald Trump sejak menjadi presiden.

“Ini adalah untuk kepentingan keamanan nasional yang vital dari Amerika Serikat untuk mencegah dan menghalangi penyebaran dan penggunaan senjata kimia mematikan,” kata Trump berkaitan dengan serangan militer.

“Tidak lagi ada sengketa bahwa (rezim0 Suriah menggunakan senjata kimia terlarang, melanggar kewajibannya berdasarkan konvensi senjata kimia dan mengabaikan desakan Dewan Keamanan PBB.”

Serangan tembakan mengejutkan menandai perubahan drastis kebijakan Trump, yang saat menjadi calon presiden AS menentang kebijakan yang akan menarik AS ke dalam perang Suriah, yang sekarang memasuki tahun ketujuh.

Tapi sekarang presiden AS muncul dengan foto-foto anak-anak yang tewas dalam serangan kimia, menyebutnya sebagai “aib bagi kemanusiaan” yang melanggar “banyak batasan”

Lima puluh sembilan rudal Tomahawk AS, ditembakkan dari kapal perang di Laut Mediterania, mentargetkan sebuah pangkalan udara sebagai reaksi atas serangan senjata kimia yang dipercaya para pejabat Amerika diluncurkan oleh pesawat rezim Suriah berupa gas saraf, kemungkinan besar sarin.

Kapten US Navy Jeff Davis mengatakan bahwa pasukan Rusia telah diberitahukan sebelumnya tentang serangan ini yang “menggunakan jalur yang dipastikan untuk menghindari konflik langsung dan bahaya bersama”

“Perencana militer AS mengambil tindakan pencegahan untuk meminimalkan risiko untuk personil Rusia atau Suriah yang berada di lapangan terbang,” katanya.

Trump tidak mengumumkan perkembangan serangan, meskipun ia dan pejabat keamanan nasional lainnya secara terbuka menyatakan peringatan mereka untuk rezim Suriah sepanjang hari Kamis.

“Saya pikir apa yang terjadi di Suriah adalah salah satu kejahatan yang benar-benar mengerikan dan seharusnya tidak terjadi dan seharusnya tidak boleh terjadi,” kata Trump kepada wartawan di Air Force One saat dalam perjalanan ke Florida, di mana ia menghadiri KTT dengan Presiden China Xi Jinping.

Peringatan Rusia

Sebelum serangan militer, Rusia, pendukung utama rezim Suriah, memperingatkan Amerika Serikat pada hari Kamis bahwa mungkin ada “konsekuensi negatif” jika Washington mengambil tindakan militer terhadap Suriah.

“Semua tanggung jawab jika aksi militer terjadi akan berada di pundak mereka yang memulai,” kata Duta Besar Rusia Vladimir Safronkov kepada wartawan menyusul rapat tertutup Dewan Keamanan PBB tentang Suriah.

Rusia telah memberikan dukungan militer bagi rezim Suriah sejak September 2015, mengubah keseimbangan kekuasaan dalam mendukung rezim. Moskow telah menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB pada beberapa kesempatan sejak perang dimulai enam tahun lalu untuk mencegah sanksi terhadap Damaskus.

Sebelumnya pada hari Kamis, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson memperingatkan bahwa Washington akan membuat “respon yang tepat” untuk serangan kimia Selasa di Suriah.

Tillerson mengatakan pemerintah AS tidak memiliki keraguan bahwa rezim bertanggung jawab atas serangan senjata kimia yang menewaskan puluhan warga sipil di kota Khan Shaykhun di provinsi Idlib pada Selasa.

Duta Besar Washington untuk PBB juga memperingatkan pada Rabu bahwa AS bisa mengambil tindakan sepihak jika PBB gagal untuk menanggapi serangan kimia.

Inggris, Perancis dan Amerika Serikat telah menyusun resolusi PBB yang akan menuntut rezim Suriah memberikan informasi tentang operasi penerbangan sebagai bagian dari penyelidikan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) atas insiden tersebut.

Rezim, bagaimanapun, mengelak dan menyalahkan serangan kimia pada Daesh dan oposisi yang “terus menyimpan senjata kimia di daerah perkotaan dan perumahan.”

TRT News

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY