Turkistan Timur (Uighur) Sebagai Tunas Peradaban (bag. 3)

134
"Pazar pazarı" Pasar Hari Ahad di kota Kashgar, Turkistan Timur

Oleh: Prof. Dr. Alimcan Inayet (Dosen Institute of Turkish World Studies, Ege University di Turki)
———————————————————————–

Pada masa sebelum datangnya Islam, Turkistan Timur (sekarang dinamakan Xinjiang oleh China) yang juga menjadi rute Silk Road (Jalur Sutra) ini merupakan titik pertemuan dari beberapa peradaban besar yaitu; peradaban Shaman, peradaban India dan peradaban Hellenisme Yunani.

Kemudian pada abad 10 M, Peradaban Islam yg menguat di wilayah ini menjadikannya titik pertemuan peradaban Islam, peradaban Budha, serta peradaban Barat yaitu Kristen.

Bermula dari pengaruh lingkungan multi peradaban inilah, masyarakat Uyghur Turkistan Timur melahirkan sebuah peradaban unik dan eksklusif bagi mereka sendiri.

Akhirnya, Uyghur di Turkistan Timur ini pun menjadi sumber dan dasar dari kebudayaan nasional Turki baik itu bahasa, agama, literatur dan kesenian.

Lingkungan istimewa Uyghur di Turkistan Timur tersebut, memunculkan literatur tertulis pertama turki dalam sejarah, dan undang-undang hukum turki yg tertulis juga untuk pertama kalinya, serta first book-printing technique (teknik percetakan buku) yang pertama kali dalam kebudayaan Turki.

Hal tersebut juga memicu munculnya sosok-sosok agung seperti Mahmud Kaşgarlı, Yusuf Has Hacib, dan Hoca Ahmet Yesevi*(2), serta terciptanya komposisi musikal fenomenal seperti 12 model (maqamat) musik.

Tidak cukup di situ, Karez Culture*(3), yaitu sistem aqueduct bawah tanah yang diakui sebagai keajaiban dunia dalam sejarah manusia pun terlahir di Turkistan Timur ini.

——————————————————-
Wallahu Alam Bersambung InsyaAllah.
Penerjemah: Al Faqir Akbar Fachreza
——————————————————-
Keterangan Foto: “Pazar pazarı” Pasar Hari Ahad di kota Kashgar, Turkistan Timur
——————————————————-

Referensi:

(1). Istilah “tunas peradaban” mengacu kepada tempat-tempat yang diyakini merupakan tempat munculnya peradaban berdasarkan data-data arkeologis yang tersedia saat ini. Istilah ini biasanya disematkan pada peradaban Mohenjo Daro di Lembah Sungai Indus, juga pada Mesir dengan Lembah Sungai Nil, dan Mesopotamia dengan kedua sungai Tigris dan Eufratnya (Dr. Senta German).

(2). Pernyataan Ord. Prof. Dr. Fuad Köprülü yg berdasarkan buku “Cevahirü’l-Ebrar min Emvaci’l-Bihar”: “Ahmed Yesevi dilahirkan di kota Sayram, berjarak 176 km di timur laut kota Aksu, wilayah Turkistan Timur.” Lihat Türk Edebiyatında Ilk Mutasavvıflar, Edisi ke-7, Ankara, Diyanet Işleri Başkanlığı Yayınları, 1991, hal. 61. Kikçine Bahadır, adalah ayah dari Ali Şir Nevai juga merupakan tokoh terkenal Uyghur. Lihat Islam Ansiklopedisi, Vol. II, Istanbul: Turkiye Diyanet Vakfı, 1989, hal. 449.

(3). Untuk lebih jelasnya mengenai Uyghur Karez Culture (Underground water galleries) tersebut, silakan rujuk kepada ulasan detail dan ilmiah bbc;
http://www.bbc.com/…/20170307-an-ancient-oasis-in-chinas-re…
atau ulasan seorang bule bernama Josh Summers yang menjadi promotor yg dinaikkan China untuk wisata Xinjiang Uygur 2016 menutupi dugaan pelanggaran HAM dan genocide rahasia mereka. Silakan kunjungi;
https://www.farwestchina.com/…/the-underground-great-wall-…/

 

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY