Turki, Qatar dan Arab Saudi sepakat meningkatkan dana bantuan untuk pengungsi Suriah

6678

Petugas dari Turki telah menyiapkan tenda dengan pemanas untuk lebih dari 45.000 warga sipil yang tiba di Idlib dari Aleppo atas permintaan Presiden Erdogan. Sementara itu, Turki, Qatar, Arab Saudi berkolaborasi menyetujui meningkatkan dana bantuan untuk Suriah.

Turki telah mempercepat pendirian tenda dengan pemanas bagi warga sipil yang mencapai Idlib dari Aleppo setelah evakuasi yang diikuti gencatan senjata Suriah yang diprakarsai oleh Turki dan Rusia.

Sampai saat ini, petugas bantuan Turki telah menyiapkan 4.000 tenda dan 45.000 orang telah menetap di kota tenda.

Pembangunan kota tenda dipimpin oleh Bulan Sabit Merah Turki. Organisasi kemanusiaan telah menempatkan semua upaya ke arah penyelesaian konstruksi atas permintaan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Kota tenda direncanakan untuk menampung puluhan ribu orang yang tiba di Idlib sebagai bagian dari evakuasi sipil yang dibantu oleh Tentara Pembebasan Suriah (FSA).
Upaya bantuan didukung oleh sekitar 700 truk trailer yang sarat bahan bantuan dikirim oleh Turki ke warga sipil Suriah di Idlib.

Dana bantuan untuk korban perang Suriah akan ditingkatkan tiga kali lipat 

Sementara itu, Turki, Qatar, Arab Saudi telah melakukan pembicaraan dan sepakat untuk meningkatkan dana bantuan umum untuk Suriah.
Presiden Bulan Sabit Merah Turki mengatakan bahwa mereka berencana untuk bersama-sama dengan petugas dari Qatar dan Arab untuk membentuk dana bantuan umum.

Turki menjadi salah satu penyedia bantuan terbesar untuk para korban perang, dimana Turki telah menjadi tuan rumah untuk lebih dari 3 juta pencari suaka dan pengungsi, terutama orang-orang yang melarikan diri dari kekerasan di Suriah, serta bantuan kemanusiaan juga telah dikirim ke dalam wilayah Suriah.

Dalam enam tahun terakhir, Turki telah menghabiskan lebih dari $ 25 miliar untuk pengungsi, sedangkan total bantuan internasional yang diberikan hanya senilai $ 512.000.000.

Serangan intens, gencatan senjata dan akhirnya evakuasi

Rusia dan rezim Assad yang didukung Iran mengintensifkan serangannya di provinsi Aleppo, Suriah, yang diikuti oleh evakuasi ribuan orang dari bagian kota yang dikuasai oposisi.

Evakuasi adalah hasil dari gencatan senjata di Suriah yang mulai berlaku setelah rezim dan kelompok oposisi kelompok menerima perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia dan Turki pada tanggal 29 Desember.
Diperkirakan bahwa lebih dari 600.000 orang telah tewas dalam Perang Suriah, menurut angka terbaru.

Yeni Safak

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY