Turki menyatakan 3 hari berkabung atas pembantaian di Gaza dan menarik utusanya dari Tel Aviv dan Washington

59

ANKARA – Pemerintah Turki telah menyatakan tiga hari berkabung dalam solidaritas dengan Palestina untuk memperingati gugurnya para Syuhada di Gaza hari Senin, Wakil Perdana Menteri Bekir Bozdag mengumumkan pada Senin malam.

Bozdag, yang membuat pengumuman setelah pertemuan Dewan Menteri di Ankara, mengatakan Amerika Serikat telah “melanggar” resolusi Dewan Keamanan PBB dengan membuka kedutaannya di Yerusalem pada hari Senin.

“Hari ini akan tertulis dalam sejarah sebagai Senin Berdarah bagi Muslim dan negara-negara Islam,” kata Bozdag.

Dia juga mengatakan Turki telah menyerukan pertemuan darurat Organisasi Kerjasama Islam, yang akan diadakan pada hari Jumat.

“Status bersejarah dan spiritual Yerusalem tidak akan pernah berubah. Seperti sebelumnya, Yerusalem akan terus menjadi ibukota Palestina yang berdaulat,” katanya.

Bozdag juga mengatakan pemerintah Turki telah menarik kembali utusan di Tel Aviv dan Washington untuk konsultasi.

Setidaknya 57 warga Palestina gugu oleh tembakan tentara Israel pada Senin – dan ribuan lainnya terluka – selama unjuk rasa anti-pendudukan di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza sejak Senin dini hari untuk mengambil bagian dalam protes yang ditujukan untuk memperingati tragedi Nakba dan memprotes relokasi Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sejak demonstrasi perbatasan dimulai pada 30 Maret, lebih dari 90 demonstran Palestina gugur oleh tembakan lintas-perbatasan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Unjuk rasa akan mencapai puncaknya pada hari Selasa, 15 Mei, peringatan 70 tahun pendirian Israel – sebuah peringatan yang oleh orang Palestina disebut sebagai “Nakba”.

Anadolu Agency

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY