Turki dan Rusia membentuk komite baru untuk membahas Suriah

4536

Turki dan Rusia telah membentuk komite baru untuk membahas krisis Suriah, dimana anggota komite akan bertemu untuk pertama kalinya di Moskow pada hari Kamis, juru bicara kepresidenan Turki mengatakan pada hari Rabu.

Dalam pernyataan yang disampaikan ke A Haber TV Turki, Ibrahim Kalin mengatakan perintah untuk membentuk komite baru untuk mengatasi krisis Suriah dikeluarkan setelah pertemuan antara Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin di St Petersburg.

“Para presiden [dari Rusia dan Turki] memberi perintah kemarin [Selasa] untuk mendirikan lagi mekanisme trilateral, yang akan terdiri dari komite dengan perwakilan dari intelijen, militer dan perwakilan diplomatik dari masing-masing pihak.”

“Saya perkirakan anggota komite akan berangkat ke Moskow hari Rabu malam. Pertemuan pertama akan diadakan besok [Kamis],” kata Kalin.

Juru bicara kepresidenan Turki mengatakan Turki dan Rusia telah membuka bab baru setelah pertemuan antara Erdogan dan Putin di St Petersburg.

 

Kalin mengatakan bahwa isu-isu regional yang dibahas selama pertemuan Erdogan dan Putin, dan Suriah menjadi pembahasan utama di antara mereka. “Kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan konflik bersenjata, memberikan bantuan kemanusiaan ke kota Aleppo, menjaga integritas dan transformasi politik Suriah. Namun, kami memiliki pandangan yang berbeda tentang [Bashar] Assad dan bagaimana untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. Semua ini akan dibahas. ”

Pejabat tinggi PBB bidang bantuan kemanusiaan secara resmi menyatakan pada hari Rabu gencatan senjata tiga jam telah diumumkan oleh Rusia untuk memungkinkan pengiriman bantuan ke Aleppo.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu mengatakan akan menghentikan serangan di sekitar kota Aleppo selama tiga jam setiap hari untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan masuk ke kota.

“Untuk menjamin keamanan total pada konvoi bantuan ke Aleppo akan ada koridor kemanusiaan yang dimulai pada pukul 10.00-13.00 waktu setempat mulai besok dimana semua pertempuran, serangan udara dan tembakan artileri akan dihentikan,” Letnan Jenderal Sergei Rudskoy staf umum tentara Rusia menyatakan kepada wartawan.

Jeda akan berlangsung setiap hari mulai dari hari Kamis dari 0.700 GMT 10.00 GMT, meskipun Rudskoy tidak menentukan berapa hari kesepakatan itu akan terus berlanjut.

Ketika ditanya apakah kantor PYD (afiliasi PKK di Suriah) di Moskow telah dibahas dalam pertemuan tersebut, Kalin menegaskan bahwa Erdogan berbicara dengan Putin tentang hal itu dan Putin mengatakan bahwa mereka tahu sensitivitas Ankara untuk hal itu.

Tentang konflik berkepanjangan Nagorno-Karabakh antara Azerbaijan dan Armenia, Kalin mengatakan bahwa mekanisme trilateral antara Azerbaijan, Turki dan Rusia akan dibentuk, yang dianggap merupakan langkah penting dalam menyelesaikan masalah. “Ada perkembangan tertentu dalam masalah ini, yang menjadi lebih baik,” kata Kalin, menambahkan: “Jika Armenia menarik pasukannya dari wilayah-wilayah yang diinvasi, kami percaya bahwa masalah ini bisa diselesaikan dengan cepat dan bisa bermanfaat bagi hubungan antara Armenia, Turki dan Azerbaijan, karena akan meringankan ketegangan antara negara-negara. ”

Erdogan dan Putin bertemu untuk pertama kalinya setelah Angkatan Udara Turki menembak jatuh sebuah jet Rusia November lalu, yang memperburuk hubungan kedua negara sampai sebagian besar masalah diselesaikan pada tanggal 29 Juni, diprakarsai oleh surat dan panggilan telepon antara pemimpin kedua negara.

Dua pilot Turki yang menembak jatuh jet Rusia ditangkap 19 Juli karena diduga terkait dengan upaya kudeta di Turki.

Hubungan Turki-Rusia terputus tahun lalu setelah Turki menembak jatuh sebuah jet militer Rusia karena melanggar wilayah udara Turki.

Putin memberi dukungan ke Turki selama upaya kudeta 15 Juli dan mengatakan ia berdiri bersama pemerintah Turki, dan menyampaikan belasungkawa kepada para korban kudeta.

Daily Sabah & Al Arabiya

 

Berikan Tanggapan Anda...

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY