Turki dan Indonesia meningkatkan hubungan militer dalam bidang pertahanan

415

Sebagai bagian dari strategi pertahanannya, Ankara meningkatkan kerjasama dengan Jakarta untuk meningkatkan proyek bilateral di industri pertahanan dan berbagi pengalaman militer

Kolaborasi antara Turki dan Indonesia di industri pertahanan dan militer meningkat karena kedua negara terlibat dalam produksi bersama tank, pesawat tak berawak, kapal selam, senjata dan sistem radar.

Sumber diplomatik tingkat tinggi di Ankara mengatakan kepada Daily Sabah bahwa Ankara dan Jakarta baru-baru ini mengintensifkan upaya untuk bersama-sama mengembangkan mekanisme industri pertahanan dan berbagi pengalaman militer.

Dalam hal ini, sebuah prototipe untuk tank buatan Turki-Indonesia telah diciptakan dan direncanakan untuk ikut serta dalam sebuah pawai militer resmi di Jakarta pada bulan Oktober. Sumber tidak menyediakan jumlah tank yang akan diproduksi, namun permintaan akan menjadi faktor penentu.

Pakar industri pertahanan mengatakan, tank tersebut akan memiliki berat sekitar 35 ton, dan akan memiliki mesin 700 tenaga kuda. Akan ada dua tank di gelombang produksi pertama, satu untuk Turki dan satu lagi untuk Indonesia. Biaya pengembangan untuk tank medium diperkirakan mencapai $ 11,5 juta. FNSS, anak usaha Nurol Holding, yang beroperasi di industri ini, berencana memproduksi 40 tank, sementara jumlah tersebut bisa mencapai 200 unit tergantung permintaan dari Indonesia.

Tank KAPLAN MT diharapkan dapat memberikan kontribusi yang kuat karena daya tembak dan pilihan amunisinya yang besar serta ketangkasannya yang superior. CMI Cockerill 3105 tower, dilengkapi senjata berkekuatan tinggi 105mm, memberikan kekuatan daya tembak tank.

Salah satu poin mencolok dalam usaha patungan adalah produksi kapal selam. Sumber senior menekankan bahwa Indonesia ingin mendapatkan pengetahuan tentang produksi kapal selam dan kesepakatannya sudah hampir selesai. Para ahli mengatakan bahwa industri pertahanan Turki memproduksi enam kapal selam di galangan kapal Gölcük Turki di bawah lisensi ThyssenKrupp. Kapal selam pertama akan dikirim pada tahun 2021.

Delegasi Indonesia telah melakukan kunjungan ke Turki untuk memeriksa proses produksi. Hanya ada sejumlah kecil masalah yang harus diselesaikan sebelum kedua belah pihak menandatangani kesepakatan tersebut, kata beberapa sumber. Dua kapal selam pertama akan diproduksi di Turki dan sisanya direncanakan untuk diproduksi bersama oleh perusahaan Indonesia.

Sumber tersebut mengatakan bahwa delegasi Turki, termasuk perwakilan perusahaan, akan berada di Indonesia minggu depan untuk membahas rincian terbaru mengenai kesepakatan kapal selam dan proyek lainnya. Delegasi Indonesia akan berada di Turki pada awal September.

Kedua negara juga terlibat dalam proyek untuk memproduksi pesawat tak berawak Turki-Indonesia. Para ahli mengatakan Indonesia bersedia terlibat pada produksi model seperti pesawat tak berawak domestik yang diproduksi di Turki.

Turkish Aerospace Industries (TAI) baru-baru ini mencapai kesepakatan kerangka kerja dengan perusahaan kedirgantaraan PT Dirgantara Indonesia untuk merancang pesawat dengan 50 tempat duduk.

Produksi senjata gabungan belum dibahas, tetapi kedua belah pihak tidak mengesampingkan kerjasama dalam produksi mekanisme industri pertahanan.

Sementara kedua negara menemukan berbagai bidang kerjasama, sistem radar telah menjadi contoh penting tentang aliansi Turki-Indonesia. Sumber tersebut mengatakan bahwa sistem radar yang diproduksi oleh perusahaan Turki sudah digunakan di perbatasan Indonesia.

Presiden kedua negara menggambarkan masa depan yang menjanjikan untuk hubungan Turki-Indonesia. “Kami sepakat untuk memperluas kerja sama kami mengenai kapal selam dan pesawat tak berawak, dan akan ditindaklanjuti oleh tim dari kedua negara,” kata Presiden Indonesia Joko Widodo dalam sebuah kunjungan ke Ankara pada bulan Juli. Presiden Indonesia menegaskan bahwa Indonesia dan Turki adalah dua negara dengan potensi besar untuk meningkatkan kerja sama.

Presiden Recep Tayyip Erdoğan juga menekankan pentingnya memperbaiki hubungan bilateral saat berada di Indonesia pada musim panas 2015. Menekankan bahwa kedua negara selaras dengan berbagai platform internasional, Erdoğan mengatakan bahwa hubungan politik, sosial dan ekonomi yang kuat terjalin antara kedua negara Akan menguntungkan masyarakat Turki, Indonesia dan dunia.

Militer Indonesia dan Turki bertukar pengalaman

Selain meningkatkan hubungan di industri pertahanan, sumber tingkat tinggi mengatakan bahwa ada pertukaran pengalaman antara militer Turki dan Indonesia. Tentara Indonesia telah melakukan program militer gabungan dengan pasukan Turki, dan keduanya telah puas dengan hasilnya. Militer Turki juga telah mengirim pasukan ke Indonesia untuk mendapatkan program serupa.

Ankara memperluas kerja sama militer dengan berbagai negara di seluruh dunia. Daily Sabah baru-baru ini mendapat laporan bahwa sekelompok mahasiswa militer India akan tiba di Turki pada beberapa bulan mendatang sebagai bagian dari program bersama dengan militer Turki.

Turki berusaha untuk menegaskan dirinya sebagai salah satu kekuatan militer yang mumpuni. Militer Turki dan Qatar memulai latihan gabungan pada 31 Juli. Lebih dari 250 tentara Turki dan 30 kendaraan lapis baja berpartisipasi dalam latihan di sebuah pangkalan di Qatar.

Ankara juga memperluas kerja sama militernya dengan China. Angkatan Bersenjata Turki (TSK) dan Tentara Pembebasan Rakyat China akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi di Ankara sebelum akhir tahun ini, Zheng Qinli, atase militer China memberitahukan kepada Ankara pada 28 Juli.

Kerja sama dengan militer Pakistan juga memainkan peran penting dalam kegiatan Turki di luar negeri. Sejak sebuah perjanjian bilateral ditandatangani pada bulan Maret 2001, 1.494 personil militer Pakistan telah menerima pendidikan militer di Turki.

Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY