Turki akan membangun kota pengungsi di zona aman bekas wilayah Daesh

7182

Turki, dalam usaha untuk menciptakan zona aman di Suriah utara untuk pengungsi, tampaknya harus menjalankan rencana sendiri.

Rincian baru yanghadir semakin memperjelas tujuan operasi militer Turki di Suriah, Eufrates Shield, yang dijalankan dengan penuh kesungguhan.

Operasi ini dilakukan bersama-sama dengan kelompok-kelompok oposisi yang berjuang di bawah bendera Tentara Pembebas Suriah (FSA), terutama bertujuan untuk membangun permukiman baru di Suriah utara, yang akan menjadi rumah untuk jutaan pengungsi yang terpaksa melarikan diri dari perang di tanah air mereka, menurut laporan.

Turki telah menerima 2,7 juta pengungsi Suriah, yang saat ini berlindung di 81 provinsi di Turki, banyak di antaranya tinggal di kamp-kamp pengungsi yang telah penuh sesak. Mayoritas masih ingin bermigrasi ke negara ketiga.

Tujuan dari zona aman adalah untuk membangun suatu daerah di mana warga Suriah, yang melarikan diri ke Turki dari kekerasan rezim Suriah, dapat ditampung tanpa risiko keamanan. Turki menuntut zona aman berada di bawah payung NATO, daripada berada di bawah pengawasan beberapa negara.

Ankara meyakini bahwa zona tersebut sejalan dengan resolusi PBB Nomor 2170, yang menyerukan semua negara anggota PBB untuk berusaha menekan aliran pejuang asing, pembiayaan dan dukungan lain untuk kelompok teroris di Irak dan Suriah. Pihak berwenang di Ankara telah berencana untuk membangun pemukiman sementara bagi pengungsi, yang telah terdaftar di Turki, di daerah selatan propinsi Kilis dan Gaziantep sebelum membangun pemukiman permanen.

Analis menyatakan tujuan utama Ankara adalah penciptaan zona bebas Daesh di Suriah utara yang juga memungkinkan memberlakukan zona aman di sepanjang perbatasan Turki. “Ankara bermaksud untuk membangun zona aman sepanjang bentangan 110 kilometer dari perbatasan Turki-Suriah dari Karkamis, di seberang Jarabulus, sampai Oncupinar, dekat dengan kota Azaz,” katanya.

Jika operasi ini berhasil, berpusat di Jarabulus dan diharapkan diperluas ke selatan, akan melicinkan jalan untuk membangun pemukiman di sepanjang bentangan perbatasan dengan Suriah;dan memberikan kesempatan untuk warga Suriah, yang ingin kembali ke negara mereka.

Daerah tersebut diharapkan menjadi rumah bagi tiga kota pengungsi, terletak di sebelah barat Sungai Efrat di dalam wilayah Suriah dan dekat dengan perbatasan Turki.

Lebar zona aman, diharapkan menjadi rumah bagi tiga kamp-kamp pengungsi yang berbeda, membentang seluas perbatasan Istanbul. Kota-kota Azaz, Jarabulus dan Manbij timur akan masuk ke zona aman, dikelilingi oleh Kaklijah, Savran, Dabiq dan gunung Mare di perbatasan timurnya. Zona, yang akan terbentang ke dalam wilayah Suriah sejauh 40 kilometer, adalah lokasi bagi 12 desa Turkmen, enam desa Kurdi, dan 19 desa yang didominasi Arab.

Kontraktor menunjukkan bahwa mega proyek tersebut akan selesai dalam paling lama dua tahun. Tahir Tellioğlu, Presiden Konfederasi Kontraktor Konstruksi (İMKON), mengatakan bahwa industri konstruksi negara begitu kuat sehingga pemainnya cukup kompeten untuk mendirikan tiga sampai empat kota, masing-masing akan menjadi rumah bagi 100.000 orang.” Ini akan memakan waktu hanya 18 sampai 24 bulan untuk menyelesaikan pembangunan, “katanya.

Yeni Şafak

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY