Tujuh polisi meninggal dalam serangan bom di tenggara Turki

2185

Sedikitnya tujuh polisi meninggal dan 27 orang lainnya -13 polisi dan 14 warga- terluka pada Kamis malam di Propinsi Diyarbakir Turki setelah sebuah bom mobil diledakkan saat kendaraan lapis baja polisi lewat.

Sebuah ledakan keras terdengar di dekat terminal bus antarkota di Diyarbakir saat kendaraan operasi khusus polisi kembali dari patroli rutin, menurut sumber-sumber keamanan.

Kantor kejaksaan Diyarbakir, yang bertugas menyelidiki serangan itu, mengatakan diduga sebuah bom mobil yang diparkir meledak ketika kendaraan operasi khusus pasukan polisi lewat.

458e0444e7fe4c56b548d8b9577eb9e3_18

Banyak mobil di dekat lokasi ledakan, terminal bus antarkota dan bangunan lainnya juga rusak.

Saksi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa beberapa ambulans bergegas ke lokasi ledakan. Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk serangan mematikan dan mengatakan itu sekali lagi menunjukkan “wajah buruk terorisme.”

“Kebulatan tekad pasukan keamanan kami, insya Allah, akan mengakhiri terorisme”, ia mengatakan dalam sebuah pidato di Brookings Institute. Presiden Erdogan saat ini di Amerika Serikat untuk pertemuan puncak keamanan nuklir.

Serangan itu terjadi sehari sebelum kunjungan yang direncanakan oleh Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu di kota tersebut untuk shalat Jumat. Davutoglu akan melakukan sahalat Jumat di Diyarbakir minggu ini, karena ia telah berjanji untuk mengunjungi semua kota di tenggara negara setiap minggu.

Tiga menteri Turki Menteri -Pengembangan Cevdet Yilmaz, Lingkungan Hidup dan Menteri Perencanaan Kota Fatma Güldemet Sari, dan Menteri Kebudayaan Mahir Unal juga ada di kota ketika serangan itu terjadi.

PKK yang – terdaftar sebagai organisasi teroris oleh AS dan Uni Eropa didirikan oleh Abdullah Ocalan dan pendukungnya pada tahun 1974 di Ankara dan kelompok itu mulai melancarkan serangan teror pada tahun 1984.

Bentrokan bersenjata dan aksi kekerasan mematikan berlanjut selama lebih dari 30 tahun dan menewaskan lebih dari 40.000 jiwa di negara itu.

 

Sumber:TRTWorld, AA, Al Jazeera

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY