TIDAK ADA TUHAN DI SAYDNAYA

2193

Inilah kisah mantan tahanan penjara rezim teroris Bashar al Assad,Omar Alshogre.

Ia terbebas dari penjara, kini sedang menyongsong kehidupan barunya di Swedia.

Omar Alshogre tengah berada di Swedia. Ia telah menghabiskan tiga tahun lamanya dalam tahanan tanpa pengadilan di penjara Saydnaya. Ia menderita penyiksaan dan perlakuan tak manusiawi. Omar bercerita tentang pengalaman hidupnya menghadapi kengerian selama di penjara.

Pada 15 Agustus 2014 aku dipindahkan ke penjara Saydnaya. Waktu itu aku berumur 18th. Sebelum dikirim ke sel yang sudah ditentukan, semua tahanan berbaris telanjang di sebuah lapangan terbuka untuk mempelajari aturan-aturan penjara. Salah seorang petugas berbicara dengan lantang sebagai sambutan.

“Selamat datang di neraka, dimana Tuhan tidak akan hadir di sini, dan semua Tuhan lainnya tidak pernah mengunjungi tempat ini. Tidak akan ada doa, tidak ada puasa, dan tidak ada kesalehan. Tidak ada suara akan terdengar, tidak bergumam, atau mendesis” ,Alshogre bercerita.

Petugas penjara memegang pentungan tebal yang aneh seperti cambuk. Mereka bertanya jika ada narapidana memiliki penyakit. Mereka yang sakit disuruh mengangkat tangan, kemudian ditarik dari barisan dan dipukuli babak belur sampai mati. ‘Tidak ada penyakit diizinkan disini’ kata sipir. Kematian menjadi pilihan untuk menjaga penjara bersih dari wabah epidemi.

Setelah indoktrinasi, Omar mengatakan, para tahanan ditempatkan berkelompok ke ruang bawah tanah darurat yang besarnya tidak lebih dari dua meter persegi, selama sebelas hari. Mereka tidak diberi air, dan waktu itu juga sedang musim panas terik.

“Kami saling bertumpukan dan menempel satu sama lain, sangat sempit dan ketat, seperti acar mentimun dalam toples. Pada hari ketujuh beberapa narapidana mulai kencing dan minum air kencing mereka sendiri karena sangat kehausan. Tahanan yang tewas mencapai puluhan.

 

 

Omar AlShogre
Omar AlShogre

Sumber: Misi Medis Suriah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY