‘Tidak ada harapan’ untuk negara Palestina setelah kemenangan Trump

1081

Menteri Pendidikan Israel memicu kemarahan pada hari Rabu setelah mengatakan bahwa gagasan sebuah negara Palestina telah berakhir setelah Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS, menyerukan untuk mengakhiri apa yang telah menjadi dasar dari perundingan selama bertahun-tahun.

“Kemenangan Trump adalah kesempatan bagi Israel untuk segera menarik kembali gagasan sebuah negara Palestina di tengah negara, yang akan merugikan keamanan kita dan hanya menjadi masalah,” Naftali Bennett, yang mengepalai partai garis keras Jewish Home, mengatakan dalam sebuah referensi jelas untuk Tepi Barat yang diduduki.

“Ini adalah posisi presiden terpilih … Era negara Palestina telah berakhir.”

Menteri Kehakiman Ayelet Shaked, juga dari Jewsih Home, meminta Trump untuk menindaklanjuti janjinya untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, merubah kebijakan yang konsisten dari pemerintah AS, baik Republik serta Demokrat.

Wakil Menteri Luar Negeri Tzipi Hotovely, dari partai sayap kanan Likud yang juga partai Perdana Menteri Binyamin Netanyahu, juga menyerukan kedutaan untuk dipindahkan, seperti yang dilakukan Walikota Yerusalem Nir Barkat.

Trump telah berjanji dalam pertemuan dengan Netanyahu pada bulan September untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel “tak terbagi” jika ia terpilih sebagai presiden.

“Trump mengakui bahwa Jerusalem telah menjadi ibukota abadi orang-orang Yahudi selama lebih dari 3.000 tahun, dan bahwa Amerika Serikat, di bawah pemerintahan Trump, akhirnya akan menerima mandat kongres lama untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota tak terbagi dari negara bagian Israel, ” ungkapnya dalam kampanyenya.

Netanyahu menimbulkan kontroversi ketika ia mengesampingkan keberadaan negara Palestina menjelang pemilihan umum 2015, namun kemudian menarik ucapannya dan sejak saat itu menyatakan dukungan untuk solusi dua negara.

Status Yerusalem adalah salah satu masalah yang paling sulit dalam konflik Israel-Palestina.

The New Arab

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY