Tank tempur buatan Turki-Indonesia diresmikan di Istanbul

733

FNSS Turki dan PT Pindad di Indonesia meluncurkan tank medium yang dikembangkan bersama, KAPLAN MT, pada Pameran Industri Pertahanan Internasional ke-13 di Istanbul pada hari Rabu.

CEO FNSS Nail Kurt mengatakan pada sebuah konferensi pers bahwa program MT KAPLAN tidak hanya mewakili produk baru tetapi juga penerapan pendekatan baru untuk kerjasama di industri pertahanan multinasional.

Kurt mengatakan bahwa sejalan dengan visi baru FNSS sebagai mitra pertahanan yang terpercaya dan dihormati dunia, program kendaraan tank tempur diluncurkan tiga tahun lalu dengan PT Pindad, didampingi oleh menteri pertahanan kedua negara.

“Kendaraan tank ini adalah solusi yang sangat efektif untuk kondisi peperangan asimetris saat ini yang dihadapi oleh banyak tentara,” katanya, menambahkan bahwa “kondisi medan memerlukan penyebaran yang mudah dan cepat, mobilitas tinggi, visibilitas rendah, daya tembak tinggi, namun rendah biaya”.

Menyoroti kesuksesan perusahaan FNSS sebelumnya di mancanegara, Kurt mengatakan, seperti di UAE, Malaysia dan Arab Saudi, seluruh program industri ini juga akan diterapkan FNSS di Indonesia dan akan mendukung peningkatan hubungan dagang antara kedua negara sahabat tersebut.

Pabrik kendaraan lapis baja FNSS adalah perusahaan patungan di mana Turkish Nurol Holding dan British BAE Systems masing-masing memiliki 51 dan 49 persen saham.

Tank KAPLAN MT  mempu memberikan kontribusi yang kuat berkat kapasitas serangan dan pilihan amunisi besar serta kemampuan superiornya untuk bergerak.

Menara CMI Cockerill 3105 – dilengkapi untuk menyalakan peluru 105mm berkekuatan tinggi  – memberikan daya tembak tank.

Mesin diesel bertenaga, tank ini memiliki transmisi otomatis penuh dan mampu mengangkut tiga anggota awak – seorang pengemudi, penembak dan komandan.

Perwakilan Turki untuk Industri Pertahanan Ismail Demir mengatakan bahwa proyek pengembangan tank berat medium juga merupakan program antar pemerintah dari kesepakatan kerjasama pertahanan antara dua negara saudara.

“FNSS dari Turki dan PT Pindad dari Indonesia ditugaskan untuk melaksanakan program yang dimulai dengan kesepakatan kami selama IDEF sebelumnya di tahun 2015,” kata Demir.

Dia menunjukkan bahwa prototipe tersebut akan dipamerkan selama pawai militer Hari Angkatan Darat di Indonesia pada 5 Oktober.

“Setelah tentara Indonesia menyatakan kendaraan tersebut memenuhi syarat, maka akan siap untuk produksi serial. Prototipe ini akan melayani kebutuhan Tentara Nasional Indonesia dan Tentara Turki,” katanya.

Menekankan peluang ekspor, Demir mencatat akan ada potensi besar untuk dijual ke negara lain.

“Saya mengucapkan selamat kepada kedua perusahaan dalam program ini dan ingin menekankan bahwa kami siap mendukung produksi serial program ini dengan memaksimalkan kerja sama antar negara,” tambahnya.

Dr Sutrimo Sumarlan, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan untuk Indonesia, mengatakan bahwa proyek tank tiga tahun itu tidak hanya sukses bagi perusahaan Turki dan Indonesia tetapi juga untuk kedua negara sahabat.

“Indonesia dan Turki percaya bahwa tank berat medium ini tidak akan diproduksi hanya untuk kedua negara. Kami bisa menjualnya ke negara lain, terutama yang berasal dari Timur Tengah dan Asia Tengah,” tambahnya.

Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments