Tamparan keras Erdogan untuk Rouhani : Turki – Iran harus bekerjasama mengakhiri terorisme di Suriah dan Irak

4555

“Negara kami harus memimpin upaya untuk mengakhiri kekerasan dan krisis kemanusiaan di wilayah tersebut,” kata Presiden Turki pada pertemuan pers dengan Presiden Iran Rouhani.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki dan Iran harus bekerjasama melawan terorisme dan sektarianisme di Timur Tengah dan mengakhiri krisis kemanusiaan yang merupakan hasil dari dua masalah ini.

“Negara kami harus memimpin upaya untuk mengakhiri kekerasan dan krisis kemanusiaan di semua negara, terutama di Suriah dan Irak,” kata Erdogan dalam pidatonya di konferensi pers bersama dengan Presiden Iran Hassan Rouhani.

“Penguatan dialog bilateral, meminimalkan perbedaan pendapat dan memaksimalkan poin umum yang bermanfaat bagi kedua negara kita. Jika kita melakukan hal-hal ini, kita akan melihat bahwa isu-isu regional akan diselesaikan lebih mudah tanpa intervensi dari luar. Kami menyadari tanggung jawab yang kami pikul pada posisi kami sangat besar, “kata Erdogan.

Rouhani, yang juga menekankan pentingnya peningkatan kerjasama antara Turki dan Iran, mengatakan kedua pihak harus bekerja sama untuk mengatasi masalah. “Mudah-mudahan, kita tidak akan pernah melihat penghalang apapun di pintu gerbang yang sama,” kata Rouhani.

Konferensi pers diikuti pertemuan kedua pemimpin di mana mereka membahas isu-isu regional dan KTT OKI ke-13 di Istanbul, di mana Iran dikecam telah mendukung terorisme.

Rouhani memboikot pertemuan penutup Organisasi Kerjasama Islam sebagai protes atas teguran tersebut.

Turki dan Iran memiliki perbedaan pendapat besar pada Suriah; Teheran mendukung rezim Bashar al-Assad, sementara Ankara ingin menyingkirkan Assad dari masa depan Suriah. Dan pernyataan Presiden Erdogan di depan pers, dengan menuntut Iran mengakhiri krisis di Suriah dan Irak adalah tamparan keras bagi Rouhani.

Yeni Şafak

 

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY