Takut Akan Intervensi Pasukan darat Saudi-Turki, ISIS Memberikan 25 Desa Kepada Rezim Assad

7080

Mohammed Alloush, anggota senior dari Komite Negosiasi Tinggi (High Negotiations Comitte,HNC) yang berbasis di Riyadh, pada hari Ahad 21 Februari, menegaskan bahwa ISIS telah menyerahkan sekitar 25 desa yang terletak di daerah pedesaan Aleppo untuk rezim Assad.

Mohammed Alloush, senior member of the Riyadh-based High Negotiations Committee (HNC)
Mohammed Alloush, senior member of the Riyadh-based High Negotiations Committee (HNC)

ISIS menarik diri dari desa-desa tersebut sebagai hasil dari peringatan (ancaman) Saudi-Turki akan pengiriman pasukan darat ke Suriah. Alloush mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa ada berita ISIS bersedia menyerahkan kota Raqqah yang merupakan markas ISIS di Suriah kepada rezim diktator Assad.

Alloush juga menambahkan bahwa sikap ISIS menyerahkan desa-desa tersebut dan meletakkannya kepada wilayah kekuasaan pemerintahan Assad menunjukkan indikasi adanya kerja sama keamanan antara kedua kelompok teroris tersebut.

Di sisi lain, HNC mengadakan pertemuan di Riyadh hari ini (Senin 22 Februari 2016), untuk membicarakan tentang cara yang mungkin dicapai untuk menyepakati gencatan senjata dan awal gencatan senjata di Suriah. Pertemuan dilakukan setelah adanya pengumuman dari Sekretaris pemerintah Amerika Serikat (AS), John Kerry, di sebuah konferensi pers yang diadakan di Amman (Jordania) dengan rekannya,Menteri Luar Negeri Yordania Nasser Judeh, saat tiba di konsesi sementara dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, untuk mengakhiri kondisi kekerasan di Suriah.

Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow, menegaskan bahwa diskusi yang diadakan antara Menlu Lavrov dan Sekretaris AS Kerry, difokuskan pada kondisi gencatan senjata, tidak termasuk operasi terhadap organisasi yang terdaftar sebagai kelompok teroris oleh Dewan Keamanan PBB.

Oposisi Suriah menganggap perkembangan baru pada sikap politik dan internasional sebagai indikator kemungkinan mencapai gencatan senjata di Suriah. Dengan mengambil tindakan operasi kemanusiaan, oposisi Suriah mulai merasakan respon dalam menentukan subjek yang dikelompokkan ke daftar organisasi teroris.

Pertanyaan tentang cara mendefinisikan sebuah organisasi dinyatakan sebagai organisasi teroris telah menjadi kontroversial di kalangan banyak negara, terutama Rusia dan Amerika Serikat. HNC akan menilai semua perkembangan yang ada dan kesepakatan cara mendefinisikan sebuah organisasi teroris dalam menetapkan dasar baru untuk inisiasi kembali perundingan damai Jenewa ke-3 dan adanya partisipasi HNC tersebut.

Asharq Al-Awsat

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY