Tahanan Suriah di Penjara Homs Meminta Bantuan Muslimin untuk Menyelamatkan Nyawa Mereka

164

Tahanan Suriah di Penjara Pusat rezim Assad di propinsi Homs pada hari Senin(16/10) mengirim surat berisi pesan kesedihan kepada rekan-rekan mereka di desa utara Suriah dan kepada Dunia Islam, meminta agar umat islam segera turun tangan untuk menghentikan pembantaian yang dilakukan Rezim Assad terhadap mereka. Rezim Assad mengancam akan masuk ke dalam penjara (mengirimkan loyalisnya kedalam penjara) untuk menghabisi para tahanan.

Pejabat rezim teroris Assad, Brigadir Jenderal Bilal Suleiman al-Saleh, direktur dari Penjara pusat propinsi Homs, mengirim sejumlah besar teroris Assad yang memanjat gedung penjara dimana setidaknya terdapat 500 orang tahanan politik yang dipenjara tanpa air dan listrik, kata sumber khusus kepada Orient Net.

Pesan-pesan itu berisi seruan dan permintaan yang diajukan oleh para tahanan kepada sanak saudara mereka untuk tidak membiarkan darah mereka tumpah sia-sia dan meminta tolong untuk berjuang membebaskan mereka dari penjara dengan segala cara yang mungkin dilakukan.

Jalal Talawi, seorang aktivis Suriah, mengatakan bahwa tahanan tersebut telah bertahun-tahun berada di dalam penjara pusat propinis Homs. Mereka menuntut akses ke delegasi PBB atau komite hak asasi manusia untuk melihat kondisi mengerikan dalam penjara dan keadaan yang menyedihkan dari para tahanan.

Talawi juga mengatakan bahwa para tahanan tidak akan membiarkan loyalis teroris Assad masuk ke penjara (untuk menghabisi mereka). “Mereka menyeru teroris Assad agar menghentikan ancaman dan provokasi”.

Perlu diingat bahwa tahanan di penjara pusat Homs telah beberapa kali melayangkan protes untuk melawan apa yang mereka sebut sebagai “penahanan administratif” tanpa pengadilan atau tuntutan.

Pada Idul Fitri lalu, para tahanan melakukan demonstrasi mereka secara langsung di media sosial, menuntut pembebasan mereka seperti tahanan Suriah lainnya yang telah dilepaskan seperti di Penjara Pusat Adra dan Hama.

Orient News

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY