Singapura Melarang Mufti Menk Berdakwah di Negara Itu

375

Singapura telah melarang Mufti Ismail Menk, seorang da’i Islam yang terkenal, memasuki negara kecil di asia tenggara itu, karena pemerintah setempat berpendapat bahwa pandangan Mufti Menk mempromosikan perselisihan agama.

Mufti Menk, da’i asal Zimbabwe yang memiliki lebih dari 2 juta pengikut di akun Twitter-nya beserta da’i lainnya asal Malaysia bernama Haslin bin Baharim telah dilarang memasuki Singapura untuk memberikan ceramah agama yang akan dilakukan diatas pelayaran (kapal pesiar) pada akhir November ini.

Kementerian Dalam Negeri Singapura mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keputusannya untuk menolak izin masuk Mufti Menk dalam rangka kerja jangka pendek (ceramah agama) adalah karena Menk mengajarkan ajaran segregasionis dan perpecahan, sedangkan Baharim mempromosikan ketidakharmonisan antara Muslim dan non-Muslim.

Kementerian tersebut mengklaim bahwa Mufti Menk pernah mengatakan bahwa umat Islam tidak diizinkan untuk menyapa orang-orang dari agama lain di festival keagamaan mereka.

Menteri itu juga menuduh Baharim memiliki pandangan yang mempromosikan gesekan antara Muslim dan non-Muslim, yang menurut menteri tersebut adalah ajaran yang menyimpang.

“Pandangan mereka tidak dapat diterima dalam konteks masyarakat multi-ras dan multi-agama di Singapura,” kata kementerian tersebut sembari melanjutkan, “mereka tidak akan diizinkan untuk berceramah di Singapura, bukan tidak diizinkan melakukan perjalanan pada kapal pesiar yang beroperasi dari dan ke Singapura.”

Dalam sebuah postingan di akun Facebook pada hari Selasa (31/10) Mufti Menk mengatakan bahwa tidak ada permasalahan dengan kedatangannya ke Singapura sebagai turis … tetapi Ia tidak dapat bergabung dengan kapal pesiar tersebut karena suatu alasan yang tidak berada dalam wewenangnya.

Mufti Menk menuliskan; “Untuk menyiratkan bahwa saya menggunakan kapal pesiar karena untuk mengatasi larangan memasuki Singapura dengan berceramah di atas kapal pesiar yang beroperasi ke dan dari Singapura itu adalah pandangan yang salah. Saya belum pernah naik kapal pesiar sebelumnya, apalagi memberi ceramah di atas kapal. (Perjalanan) Ini murni untuk misi kemanusiaan ke Banda Aceh.”

Menurut pihak Islamic Cruise, yang menyelenggarakan pelayaran tersebut, Mufti Menk dijadwalkan untuk memberikan serangkaian ceramah dalam pelayaran lima hari, termasuk satu yang berjudul “Navigating Towards Paradise“, dimana hasil dari acara tersebut akan didonasikan kepada orang-orang yang kurang mampu di Banda Aceh.

Selama beberapa tahun terakhir, Singapura menghadapi kritik yang terus meningkat karena memperketat pembatasan kebebasan politik seperti kebebasan berbicara.

Seorang blogger Singapura berusia 17 tahun dijatuhi hukuman enam minggu di penjara tahun lalu karena dinilai telah melukai perasaan religius Muslim dan Kristen.

Al Jazeera News

 

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY