Siapa Diuntungkan Dari Brexit? Let it be the Next EU Member

9948

Sebuah opini dari saudara Zico Pratama Putra

Kunjungan ke Turki berapa bulan lalu memberi wacana banyak buat saya. Segala sesuatu terlihat berbeda ketika kita menginjakkan kaki disana. Turkey, The Sick Man of Europe? Itu sih sudah lewat. Turki sangat kuasa & digdaya hari ini. Erdogan bebas menyentil negara mana pun yang kurang disenanginya (karena beberapa faktor).

Saya secara polos mengira Erdogan ini jenderal pemberani. Tapi ternyata keberanian ini tidak lahir begitu saja. Ini keberanian karena lompatan ekonomi Turki yang luar biasa. Bargaining mereka sangat tinggi di dunia. Turki juga termasuk anggota NATO. Minggu lalu Erdogan menyemprot PBB karena hak veto cuma dimiliki segelintir negara. Maksudnya, Tuan Erdogan ingin hak veto itu juga diserahkan kepada Turki.

Turki berencana akan bergabung dengan (European United) EU tahun ini. Alias Visa Schengen ! Cuma, cara Turki bergabung dengan EU sambil “jual mahal”. Erdogan menuntut berbagai macam syarat terhadap EU. Padahal dulu EU enggan menerima Turki. Sekarang keadaan sudah berbalik.

turkey-ab

Keluarnya Inggris dari EU akan menjadi berkah di luar rencana Tuan Erdogan. Dan Tuan Erdogan memang mirip Mourinho, seorang mastermind, lihai dan piawai dalam urusan politik.

Seberapa kaya Turki sekarang? Duit Turki kelihatannya tidak ada habisnya. Dalam waktu kurang dari lima tahun belakangan ini, puluhan universitas baru dibuka. Beda dengan Indonesia, buka beberapa universitas negeri baru pas akhir era SBY, tapi sebetulnya cuma re-branding kampus swasta yang sudah establish diangkat jadi kampus negeri.

Turki adalah salah satu produsen terbesar di dunia produk pertanian, tekstil, kendaraan bermotor, kapal dan alat transportasi lainnya, bahan bangunan, elektronik konsumen dan peralatan rumah. Pertumbuhan GDP-nya tahun 2010 pernah tembus angka 6.69. Padahal negara Eropa jarang yang melewati angka 2, bahkan ada yang minus.

Pembangunan jalan tol diberbagai belahan negeri itu telah mempercepat akses. Kawasan Industri berikat baru banyak dibuka. Sedangkan Turki sendiri sudah cukup kaya untuk hidup hanya dengan mengandalkan dari sektor pariwisata. Demografi penduduknya juga beda sama negara maju, sangat besar pada proporsi angkatan muda.

SmartHD TV Panasonic 3D ukuran 50 inch yang saya order dari ebay 6 bulan lalu, ternyata Made in Turkey. Manufaktur Eropa mulai memindahkan lini produksinya ke Turki.
Kekayaan alam dan sejarah kebesaran bangsa Turki mengalahkan negara Eropa manapun.

Kalo Indonesia mempunyai Candi Borobudur yang dilindungi UNESCO, Turki memiliki puluhan tempat bersejarah yang dilindungi UNESCO. Bahkan Turki punya satu provinsi, yang seluruhnya dilindungi UNESCO, karena propinsi tersebut seluruh daratannya menyimpan sejarah eksotik. Anda perlu ke Cappadokia untuk menyaksikan sendiri. Konon film Star Wars awal dekade 80-an banyak mencuri tampilan scene Cappadokia untuk menggambarkan suasana planet lain. Sisa-sisa sejarah Byzantium masih bisa dilihat setelah artefak tersebut berenang melewati lautan waktu ribuan tahun.

Turki memang laksana malaikat tanpa sayap. Menurut pengurus penginapan sewaktu saya singgah di Cappadokia, pada era 80 hingga 90-an, ketika pecah perang Afghanistan, Turki mengangkut jutaan pengungsi Afghanistan dan memberikan mereka semua kewarganegaraan Turki. Termasuk beliau (pengurus penginapan) juga, ketika tahun 90-an mengungsi dari Afghanistan ke Turki di usia yang baru belasan tahun. Wajahnya rada oriental, membuat saya keliru, awalnya saya mengira beliau orang Korea.

Mereka disekolahkan dan diberi jalan untuk menempuh perguruan tinggi. Bahkan 2 tahun belakangan sudah ratusan pelajar Indonesia dapat beasiswa kuliah ke Turki. Turki seakan tidak peduli kalo kebijakan ini akan menguras APBN mereka bertahun-tahun.

Kebijakan ini lagi-lagi diulang ketika perang Suriah sekarang. Jutaan pengungsi Suriah ditampung dan dirumahkan oleh Turki, disekolahkan ke puluhan universitas baru yang ada di Turki. Syaratnya mudah, hanya dengan kursus bahasa Turki saja, yang terpenting mereka semua dimanusiakan. Ini yang membuat Turki  “dinyinyirin” terus oleh EU, dituduh menampung calon teroris. Padahal berkat Turki lah para pengungsi tidak cari suaka ke Jerman, Perancis, Italy, Inggris, dll yang justru ratifikasi kebijakan EU untuk “wajib ramah pengungsi”.

Al Jaza’ min jinsil amal. Balasan itu sesuai amal perbuatan. Tuhan berlaku adil pada bangsa ini. Hari ini, perusahaan fortune 500 dan ribuan lainnya mulai berpikir untuk memindahkan head quarternya dari London. Karena dengan keluarnya UK dari EU akan berdampak luas pada masalah pajak karyawan, rekrutmen pegawai EU, dll.

Buat yang hobi game Championship Manager, pasti mengerti bagaimana ribetnya transfer pemain dari non-EU ke klub Inggris. Sekian aturan terkait visa, izin dll, wajib dipenuhi. Semuanya menjadi tidak kompetitif buat bisnis di UK. Tuan Erdogan tentu mengincar ini. Erdogan langsung bereaksi, “Brexit is ‘start of new era’”.

Brexit text with British and Eu flags illustration
Brexit text with British and Eu flags illustration

APBN akan semakin menggelembung karena investor masuk. Seperti biasa, Tuan Erdogan tetap “rese’ ” & kasih syarat ke EU agar Turki sudi bergabung. Sambil menyindir PM Inggris yang mengundurkan diri, hari ini beliau bilang di koran, “ EU, tolong itu Islamophobia dihilangkan dulu”.

Sikap hipokrit orang-orang tua Inggris bisa menyeret mereka pada kehilangan pasar Eropa. Pasar akan mencari tempat yang ekonominya fantastis, tidak ribet dengan hal perizinan dan iklimnya bagus.

Lalu bagaimana dengan EU? Mereka semakin membutuhkan Turki buat menyeimbangkan kekuatan terhadap US dan China. Jalan tol besar sudah siap, tenaga kerja muda melimpah, pasar luas. Dan Turki lah yang paling siap untuk itu.

Disalin dari status Facebook Zico Pratama Putra
Editor: Middle EAST Update

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY