Serangan bom kembar membunuh puluhan orang di Damaskus

284

Pembom bunuh diri menargetkan bangunan pengadilan utama di pusat ibukota, sementara ledakan kedua dilaporkan terjadi di daerah Rabweh.

Dua bom bunuh diri menghantam ibukota Suriah Damaskus pada Rabu, menewaskan puluhan orang di negara yang dilanda perang.

Seorang pembom bunuh diri meledakkan rompi peledak di gedung pengadilan utama ibukota di sore hari, menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 102 lainnya, kantor berita pro rezim Suriah SANA melaporkan.

Seorang penyerang kedua meledakkan dirinya di sebuah restoran di daerah Rabweh, Damaskus, menurut SANA, melukai sedikitnya 28 orang.

Koresponden Al Jazeera Natasha Ghoneim, melaporkan dari kota Gaziantep Turki, sepanjang perbatasan Suriah, mengatakan pembom bunuh diri pada ledakan pertama dilaporkan meledakkan dirinya setelah ia dihentikan oleh petugas keamanan di pintu gerbang pengadilan.

“Serangan itu terjadi selama waktu sibuk untuk menimbulkan jumlah korban maksimum,” katanya.

Tidak ada pihak yang mengklaim serangan pemboman.

Serangan terhadap Gedung Kehakiman, yang terletak di dekat pasar terkenal Hamidiyeh dan ramai di Damaskus, adalah yang terbaru dalam serangkaian ledakan dan serangan bunuh diri yang menargetkan daerah yang dikuasai rezim dan ibukota Suriah.

Penyerang juga dua kali mentargetkan kota yang dikuasai rezim di Homs dalam beberapa minggu terakhir.

Kepala polisi rezim di Damaskus Mohammad Kheir Ismail mengatakan kepada televisi rezim bahwa seorang pria yang mengenakan seragam militer dan membawa senapan dan granat tiba ke pintu masuk istana pada sore hari.

Para penjaga menghentikan pria tersebut, menyita senjatanya dan memeriksanya. Pada saat itu, pria itu berlari ke dalam gedung dan meledakkan dirinya, kata kepala polisi.

Ahmad al-Sayed, Jaksa Agung rezim Suriah, menegaskan bahwa ketika para penjaga keamanan berusaha menangkap orang itu, ia melemparkan dirinya di dalam gedung dan meledakkan dirinya.

“Ini adalah tindakan kotor karena orang-orang yang masuk gedung tidak bersalah,” katanya, mencatat bahwa waktu ledakan itu direncanakan untuk membunuh dengan jumlah korban terbesar dari pengacara, hakim, dan orang lain yang ada pada saat itu.

Ambulans bergegas ke tempat kejadian untuk membawa korban ke rumah sakit.

Ledakan itu diikuti serangan kembar pada Sabtu menargetkan tempat-tempat suci Syiah di ibukota Kota Tua yang menewaskan sedikitnya 40 orang di Damaskus, serangan dituduhkan pada kelompok Tahrir al-Sham.

Namun dalam pernyataan yang dikeluarkan tak lama setelah pemboman, Tahrir al-Sham membantah terlibat dalam serangan hari Rabu, dan menekankan bahwa “tujuan terbatas untuk cabang keamanan dan barak militer rezim kriminal dan sekutunya”.

Di wilayah lain di Suriah, serangan udara di kota yang dikuasai oposisi di Idlib membunuh sedikitnya 21 warga sipil, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris.

Pertahanan Sipil Suriah, kelompok penyelamat yang juga dikenal sebagai White Helmet yang beroperasi di wilayah oposisi, menyebutkan korban tewas dari pemboman sebelum subuh mencapai angka 22, dan mengatakan bahwa 15 anak termasuk di antara korban tewas.

Sumber: Al Jazeera

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY