Seorang Pembuat Film Suriah Pro Revolusi Ditikam Dalam Suatu Upaya Pembunuhan

303

Muhammad Bayazid, seorang pembuat film berkebangsaan Suriah, diserang pada hari Selasa (10/10) malam saat bertemu calon investor untuk proyek film terbarunya yang berjudul The Tunnel . Film ini rencananya akan berfokus mengambarkan fakta kondisi mengerikan dan penyiksaan yang dilakukan rezim Assad di penjara Tadmor di provinsi Homs ,Suriah.

Penjara Tadmor telah lama menjadi salah satu penjara yang paling terkenal di Suriah, jauh sebelum pecahnya revolusi pada tahun 2011.

Berdasarkan informasi dari rekannya, Bayazid yang menderita luka tikam itu dibawa ke unit perawatan intensif, tapi sekarang dia sudah dalam kondisi stabil.

Istrinya, Samah Safi Bayazid, yang juga seorang pembuat film, mengkonfirmasi berita tersebut dalam akun media sosialnya, Ia mengatakan bahwa penyerangan itu merupakan suatu upaya pembunuhan terhadap suaminya.

Seorang rekan Bayazid yang bernama Mohammad Ghanem, menulis di akun Facebooknya; “Kami mencintaimu Muhammad. Engkau adalah pahlawan sejati. Tidak peduli seberapa dalam lukamu, luka itu tidak mengetahui apa yang melawannya.” Ghanem menyatakan dirinya yakin bahwa agen dari rezim Assad-lah yang berada di balik serangan tersebut.

Ghanem mengatakan bahwa Bayazid terpikat pada perangkap yang rumit oleh seorang ‘dermawan’ yang sangat tertarik mendiskusikan masalah pendanaan untuk film terbarunya mengenai penjara Tadmor itu, dimana film ini akan jelas menunjuk bahwa rezim Assad menjadi tersangka utama penyiksaan brutal terhadap para tahanan.

Di Film itu Bayazid akan menceritakan tentang seorang pria keturunan Suriah yang dipenjara secara tidak adil di penjara Tadmor, di mana dia (Bayazid) pernah disiksa.

Pada tahun 1996, Human Rights Watch menyebut penjara Tadmor sebagai sebuah fasilitas yang terkenal di seantero Suriah atas pelanggaran HAM sangat berat yang telah terjadi di sana sejak tahun 1980, termasuk pembantaian dan penyiksaan brutal.

Penjara Tadmor ditutup pada tahun 2001, namun dibuka kembali satu dekade kemudian untuk memenjarakan para aktivis dan rakyat yang mengadakan protes anti-rezim Assad.
Pada tahun 2015, penjara Tadmor jatuh ke tangan kelompok ISIS.

Aktivis Suriah mengatakan bahwa mereka merasa semakin tidak aman berada di Turki. Baru bulan lalu seorang aktivis wanita Suriah bersama anak perempuannya yang berprofesi sebagai jurnalis muda ditemukan tewas di apartemen mereka.

Aktivis wanita itu bernama Orouba Barakat, yang aktiv mengkritisi kekejaman partai Baath (yang berkuasa sejak tahun 1980an). Orouba bersama anak tunggalnya, Halla Barakat, yang merupakan seorang jurnalis ditemukan tewas dengan luka tusukan pada leher mereka pada akhir September lalu.

Beberapa wartawan Suriah juga telah ditembak mati atau dipenggal di Gaziantep, dalam serangan yang diklaim dilakukan oleh militan ISIS.

Film hasil karya Samah Safi Bayazid juga berfokus pada isu-isu kemanusiaan dan politik, dan sebelumnya dia menyutradarai film-film yang menyentuh persoalan krisis pengungsi Suriah.

'Attempted Assassination' of Muhammad Bayazid

Did Syria just try to silence another anti-Assad voice?

Dikirim oleh Middle East Eye pada 12 Oktober 2017

Middle East Eye

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY