Semua rumah sakit di Aleppo Timur berhenti beroperasi

989

Hancurnya pusat layanan kesehatan telah membuat warga “mati” kata direktorat kesehatan di daerah itu. Warga mengatakan setelah pemboman hari Jumat di kota Aleppo Suriah, korban tidak mendapatkan perawatan setelah salah satu rumah sakit hancur dan satu lagi di terbakar.

trtworld-gallery-nid-232871-fid-268431

Semua rumah sakit di Aleppo timur yang dikuasai oposisi Suriah berhenti beroperasi setelah beberapa hari serangan udara berat di daerah yang terkepung, Direktorat kesehatan mengatakan hari Jumat.

Pejuang oposisi Suriah berjuang keras menahan serangan pasukan Bashar al-Assad yang mencoba untuk maju ke daerah Aleppo timur yang dikuasai oposisi dan pesawat tempur terus bombardir mereka pada Jumat dalam upaya Damaskus untuk merebut kembali seluruh kota.

Penasihat kemanusiaan PBB Jan Egeland mengatakan penduduk Aleppo Timur menghadapi “saat yang sangat suram” tanpa makanan atau obat-obatan, musim dingin mendekat, dan serangan semakin sengit oleh rezim Suriah dan pasukan sekutunya.

“Penghancuran infrastruktur penting untuk kehidupan di wilayah yang terkepung, orang yang bertahan, termasuk semua anak dan manula, laki-laki dan wanita, tanpa fasilitas kesehatan untuk perawatan […] meninggalkan mereka untuk mati,” kata pernyataan direktorat kesehatan yang dikirim oleh seorang pejabat oposisi Jumat.

Elizabeth Hoff, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia di Suriah, sebuah kelompok bantuan yang dipimpin PBB yang berbasis di perbatasan Turki “menegaskan hari ini bahwa semua rumah sakit di Aleppo timur telah berhenti beroperasi.”

Bom menghantam sebuah rumah sakit di Aleppo timur pada Jumat malam, fasilitas kesehatan keempat yang hancur di sana dalam empat hari, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, monitor perang berbasis di Inggris dan seorang pejabat kesehatan dari daerah oposisi mengatakan.

SOHR itu mengatakan beberapa rumah sakit masih beroperasi di bagian Aleppo timur tapi banyak warga yang tidak bisa mengakses karena serangan yang semakin intens.

Sumber medis, warga dan pejuang oposisi di Aleppo Timur mengatakan rumah sakit telah rusak dalam beberapa hari terakhir oleh serangan udara dan bom barel dari helikopter, termasuk tembakan langsung pada bangunan. Tim medis dan kru penyelamat sebelumnya telah mengoperasikan kembali rumah sakit yang hancur oleh serangan udara tapi kurangnya pasokan membuat kondisi semakin sulit.

Mohamad Abboush, seorang warga di Aleppo timur, mengatakan, serangan udara menewaskan dua kerabatnya, paman 45 tahun dan sepupu 12 tahun, pada Jumat pagi. Saat mereka mencari perawatan medis untuk kerabat lainnya yang terluka dalam serangan sebelumnya, ia mengatakan mereka menemukan satu rumah sakit hancur dan satu lagi terbakar.

“Seluruh Aleppo sedang dibom,” katanya.

Rumah sakit anak-anak juga terkena serangan pada Kamis, saat tim medis disana berjuang untuk mengobati orang yang terkena serangan klorin sebelumnya, lapor Guardian. Staf yang tersisa tak berdaya karena harus mengungsi, sementara dokter merawat korban yang berjuang untuk bernapas karena paparan klorin.

“Kita sedang berusaha memindahkan rumah sakit anak-anak yang terkena serangan dua kali minggu ini dan masih terancam menjadi target serangan,” Perhimpunan Dokter Independen mengatakan kepada Guardian. “Kami mengambil keputusan untuk mengevakuasi hari ini, untuk merelokasi staf dan pasien di tempat lain.”

Pertempuran untuk Aleppo

Serangan udara intensif telah menghancurkan Aleppo timur sejak Selasa ketika rezim Suriah dan sekutunya kembali melanjutkan serangan setelah jeda seminggu berlangsung. Operasi darat terhadap posisi oposisi di lini depan dimulai pada hari Jumat.

Tentara Pembebasan Suriah dan pejabat rezim telah mengkonfirmasi mobilisasi pada tingkat skala besar oleh pasukan Assad untuk mengambil alih Aleppo.

Televisi rezim Suriah mengatakan pada hari Selasa angkatan udara telah mentargetkan “benteng teroris dan gudang senjata” di Aleppo. Rusia mengatakan angkatan udara hanya melakukan serangan udara di bagian lain di Suriah. Rezim Damaskus, menyebut semua oposisi sebagai teroris.

Pertempuran untuk Aleppo sekarang menjadi fokus utama dari perang lima setengah tahun, yang berpotensi memasuki tahap baru setelah pemilihan Donald Trump sebagai presiden AS.

TRT World

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY