Sebanyak 3.213 Teroris ‘dinetralisir’ dalam Operasi Ranting Zaitun di Afrin

411

Sedikitnya 3.213 teroris telah “dinetralisir” terhitung sejak awal Operasi Ranting Zaitun (Olive Branch) di Afrin, barat laut Suriah, kata militer Turki pada hari Sabtu(10/03).

Militer Turki menggunakan istilah “dinetralisir” dalam kaitannya dengan teroris yang ditangkap mati atau hidup, atau mereka yang menyerah selama operasi militer berlangsung. Namun, istilah tersebut biasanya digunakan untuk teroris yang telah terbunuh dalam operasi.

Militer Turki juga mengumumkan bahwa tujuh desa di wilayah Afrin barat laut Suriah telah dibebaskan dari teroris YPG/PKK.

Menurut koresponden media Agency Anadolu di lapangan, desa Babak Ushagi, Qorta, dan Qasha di Bulbul, Afrin bagian barat laut telah dibersihkan dari teroris YPG/PKK.

Kemudian pada hari Sabtu (10/03), empat desa lagi yaitu; desa Kafr Rum dan Qurt Qulaq di distrik Sharan timur laut, desa Zellaka di distrik Jinderes barat daya, dan Kfar Zeit di pusat kota Afrin, telah dibebaskan oleh pasukan militer Turki dan Tentara Pembebas Suriah (Free Syrian Army –FSA).

Sejak awal operasi, militer Turki dan FSA telah membebaskan 171 titik lokasi, termasuk 5 pusat kota, 135 desa, 31 area strategis, dan satu basis teroris YPG/PKK.

Pada hari Jumat(09/03), Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengatakan bahwa tentara yang didukung Turki telah mengepung pusat kota Afrin dan siap untuk masuk kapan saja.

Operasi Olive Branch diluncurkan oleh Turki pada 20 Januari 2018 untuk memberantas teroris PKK/PYD/YPG /KCK dan Daesh dari Afrin di Suriah barat laut.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan di wilayah tersebut serta untuk melindungi orang-orang Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Operasi militer tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki dalam hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri berdasarkan piagam PBB dan menghormati integritas teritorial Suriah.

Militer Turki juga menekankan, sangat penting untuk tidak merugikan/mengorbankan warga sipil manapun.

Operasi militer di Afrin yang berbatasan dengan 2 propinsi Turki ;Hatay dan Kilis, diperkirakan meluas setelah Operasi Perisai Eufrat (Euphrates Shield) di Suriah utara, yang yang telah menyingkirkan teroris Daesh dari perbatasan Turki antara 24 Agustus 2016 hingga Maret 2017.

Afrin telah menjadi tempat persembunyian utama bagi teroris YPG/PKK sejak Juli 2012 ketika rezim diktator Assad di Suriah ‘memberikan’ kota tersebut ke kelompok YPG/PKK  tanpa melakukan perlawanan.

Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY