Rusia secara resmi mengumumkan kematian pejabat militernya di Suriah

1452

Moskow menegaskan setidaknya satu pejabat militer mereka tewas di barat laut Suriah; sementara pihak oposisi mengklaim angka yang lebih tinggi.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu menegaskan bahwa seorang penasihat militer senior telah terbunuh oleh tembakan mortir di Suriah.

Sebuah pernyataan kementerian pertahanan yang dipublikasikan oleh kantor berita Rusia mengatakan petugas tersebut terluka parah pada hari Senin oleh tembakan mortir. Meskipun pernyataan itu tidak mengidentifikasi identitas petugas atau menyebutkan di mana lokasi ia tewas di Suriah, pernyataan mengklaim serangan dilakukan oleh Daesh.

Dikatakan pejabat militer Rusia itu berada di Suriah sebagai konsultan militer tentang penggunaan senjata, dia tewas dalam serangan di sebuah pos militer milik rezim di Suriah.

Tapi laporan sebelumnya yang diterbitkan oleh media Turki Anadolu News Agency (AA), mengatakan personil Rusia tersebut dibunuh oleh pejuang Turkmen di Mount Turkmen daerah barat laut Suriah, propinsi Latakia.

Laporan AA juga mengatakan tiga jenderal Rusia, bersama dengan 11 pejabat militer rezim, juga tewas oleh pasukan oposisi di Suriah dekat perbatasan dengan Turki.

Mengutip sumber-sumber oposisi di lapangan, mengatakan laporan bahwa para jenderal menjadi sasaran selama pertemuan untuk membahas perkembangan militer baru-baru ini di wilayah tersebut.

Salah satu jenderal Rusia yang terbunuh, yang diidentifikasi sebagai “Yuri,” dilaporkan mengkoordinasikan serangan rezim di gunung Turkmen, menurut sumber.

Ini adalah korban terbesar yang diderita militer Rusia sejak intervensi di Suriah empat bulan yang lalu.

Moskow mengatakan serangan udara telah menargetkan “teroris Daesh dan teroris lainnya,” tapi Turki, AS dan sekutu lainnya dari koalisi anti-Daesh di Suriah menyebut Rusia telah menargetkan Turkmen dan kelompok oposisi moderat.

Daerah Turkmen di barat laut Suriah telah diserang oleh pasukan rezim – yang didukung oleh kekuatan udara Rusia – sejak November tahun lalu.

Serangan baru-baru ini di daerah tersebut telah menyebabkan ribuan warga Turkmen mengungsi, kelompok etnis Turki ini terkonsentrasi terutama di Suriah dan Irak, dan banyak dari mereka mencari perlindungan di Turki selatan.

Yeni Şafak

 

 

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY