Rusia dan Turki menyatakan dominasi dolar pada perdagangan global akan berakhir

79

Menteri luar negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan pada hari Selasa bahwa sanksi baru AS terhadap Ankara dan Moskow adalah kebijakan tidak sah dan jalan bagi Amerika Serikat untuk mendapatkan keuntungan kompetitif yang tidak adil dalam perdagangan global.

Lavrov berbicara pada konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu di Ankara.

Peran dolar AS sebagai mata uang global sedang menurun dan Rusia telah mengeksplorasi selama beberapa waktu untuk menggunakan mata uang nasional dalam menyelesaikan kesepakatan perdagangan bilateral dengan Turki dan negara lain, kata Lavrov.

“Saya yakin bahwa penyalahgunaan peran dolar AS sebagai mata uang cadangan global akan melemah seiring waktu dan kehilangan perannya,” kata Sergei Lavrov, yang berbicara pada konferensi pers bersama Menlu Turki.

“Penggunaan mata uang nasional untuk perdagangan timbal balik telah selama beberapa tahun menjadi salah satu tugas yang ditetapkan oleh presiden Rusia dan Turki,” kata Lavrov.

“Proses identik telah terjadi dalam hubungan kami dengan Iran. Tidak hanya dengan Turki dan Iran, kami juga mengatur dan telah menerapkan pembayaran dalam mata uang nasional dengan Republik Rakyat China,” kata Lavrov.

Pada hari Senin, Kremlin mengatakan bahwa Rusia lebih menyukai perdagangan bilateral dengan semua negara dalam mata uang nasional mereka, daripada dolar, tetapi ide tersebut membutuhkan kerja yang terperinci sebelum diimplementasikan.

Yeni Safak

 

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY