Rusia dan Assad menghancurkan rumah sakit sebagai sebuah strategi perang

1504
TOPSHOT - People gather around the rubble of a hospital supported by Doctors Without Borders (MSF) near Maaret al-Numan, in Syria's northern province of Idlib, on February 15, 2016, after the building was hit by suspected Russian air strikes. MSF confirmed in a statement that a hospital supported by the aid group in Idlib province was "destroyed in air strikes". / AFP / AL-MAARRA TODAY / GHAITH OMRAN

Pasukan rezim Assad dan Rusia telah menargetkan serangan ke rumah sakit sebagai strategi perang dalam konflik Suriah, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh kelompok hak asasi pada hari Kamis.

Amnesty International mengatakan mereka memiliki “bukti kuat” dari setidaknya enam serangan yang disengaja pada fasilitas medis di propinsi Aleppo selama dua belas minggu terakhir, yang menewaskan sedikitnya tiga warga sipil, termasuk seorang pekerja medis, dan melukai 44 lainnya. Dikatakan serangan tersebut sebagai kejahatan perang terbesar.

Aleppo menjadi ajang beberapa pertempuran sengit menjelang gencatan senjata yang mulai berlaku Jumat ketika pasukan Assad yang didukung oleh serangan udara Rusia memotong rute pasokan dari Turki.

Sebuah rute pasokan ke kubu oposisi di bagian timur kota Aleppo tetap terbuka melalui perbatasan lain di persimpangan dengan Turki, tetapi jauh lebih sempit dan lebih berbahaya daripada rute yang digunakan di wilayah utara.

Amnesty mengatakan serangan pada fasilitas medis bertujuan untuk membuka jalan bagi pasukan darat pro-Assad untuk merebut kontrol di Aleppo utara.

Pada tanggal 25 Desember, beberapa rudal menghantam Rumah Sakit Baghdad di Hreitan, sebuah kota di utara Aleppo, menewaskan seorang pekerja medis, dan melukai 10 staf dan 20 pasien, dokter dan tenaga medis mengatakan kepada Amnesty International. Serangan ini mengakibatkan rumah sakit hancur dan menjadi reruntuhan.

Beberapa keluarga terakhir yang tersisa di Hreitan melarikan diri saat pasukan pro-Assad memasuki kota pada awal Februari. “Saya telah tinggal di Hreitan seumur hidup saya, dan saya belum pernah melihat kota ini menjadi sangat sepi,” kata seorang warga kepada Amnesty International. “Serangan udara menghancurkan infrastruktur kota termasuk rumah sakit sehingga tidak ada layanan medis bagi kita untuk dapat bertahan hidup.”

Rusia masih tetap membantah telah menargetkan warga sipil dalam serangan udara di Suriah. Bashar Assad, juga membantah menargetkan warga sipil, mengatakan ia melancarkan perang melawan terorisme, dan bahwa itu adalah “rule of thumb (aturan dasar)” dalam perang dimana warga sipil tak berdosa mati.

Kelompok monitoring Tenaga Medis untuk Hak Asasi Manusia telah mendokumentasikan 346 serangan terhadap fasilitas medis selama konflik lima tahun, yang membunuh 705 staf medis.

Dikatakan 315 dari serangan itu dilakukan oleh pasukan Assad atau Rusia. Sebuah laporan oleh kelompok monitoring tahun lalu mengatakan rezim Assad secara “sistematis melanggar” prinsip netralitas medis dengan menargetkan fasilitas medis dan dokter, menahan pasien, dan menangkap, menyiksa, dan mengeksekusi dokter.

Sebelumnya perwakilan Doctors Without Borders (MSF) Aitor Zabalgogeazkoa mengatakan pada 16 Februari bahwa ada sekitar 400 serangan terhadap rumah sakit yang menewaskan sekitar 700 pekerja kesehatan selama krisis di Suriah.

Dia mengatakan bahwa MSF mendukung 163 rumah sakit dan tiga pusat kesehatan MSF di Suriah.

Pernyataan Zabalgogeazkoa semakin mendukung temuan dari laporan LSM  Physicians for Human Rights – baru-baru ini yang dikutip oleh Amnesty International – mencatat 336 serangan terhadap fasilitas medis dan 697 personel medis terbunuh sejak konflik dimulai pada tahun 2011. Dari 697 yang terbunuh, 657 dibunuh oleh pasukan Assad.

Rezim Bashar Assad, telah membantah menargetkan warga sipil, mengatakan mereka melancarkan perang melawan terorisme, dan mengatakan bahwa itu adalah “rule of thumb” dalam perang jika ada warga sipil tak berdosa mati. Rusia, sekutu terbesar Assad dalam perang, juga membantah menargetkan warga sipil dalam kampanye serangan udara di Suriah.

Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY