Ribuan Warga Suriah yang Cacat Mendapatkan Prosthesis di Turki

28

Sekitar 6.500 warga Suriah, termasuk anak-anak, mendapatkan prostetik di Turki setelah kehilangan anggota badan mereka dalam perang Suriah.

Pada tahun 2013, pusat orthosis-prosthesis didirikan di provinsi Hatay selatan yang berbatasan dengan Suriah bekerja sama dengan Perlindungan Sipil Eropa dan Operasi Bantuan Kemanusiaan – tindakan kemanusiaan Uni Eropa – dan Relief International, sebuah lembaga kemanusiaan nirlaba.

“Kami melayani saudara-saudari Suriah kami dengan produk-produk teknologi terbaru. Sebanyak 6.500 orang, termasuk 1.300 anak-anak dan 1.300 wanita, diberikan dengan prosthesis tangan dan kaki,” kata Raed al-Masri, kepala pusat, kepada Anadolu Agency.

Al-Masri menambahkan bahwa mereka akan terus membantu orang-orang Suriah yang menjadi korban perang.

“Prostheses melekat pada anak-anak mengingat pertumbuhan mereka. Protesa mereka diperbarui saat mereka tumbuh,” tambah Al-Masri. Pasien juga mendapatkan dukungan fisioterapi, setelah memperoleh prostesis.

“Proses adaptasi dari prostesis yang melekat pada tangan dan kaki terus berlangsung, dan proses ini berlanjut sampai [anggota badan] bergerak sepenuhnya sendiri,” katanya.

Muhammad Mahmoud adalah seorang warga Suriah berusia 31 tahun yang terluka akibat terkena peluru di ibukota Suriah Damaskus tiga tahun lalu. Dia terpaksa amputasi pada kaki bawah lutut karena kekurangan obat.

“Kami memulai hidup baru untuk diri kami sendiri di Reyhanlı,Turki. Saya menikmati kebahagiaan karena bisa berdiri lagi di sini,” katanya, seraya menambahkan bahwa dia meminta bantuan prosthesis ke pusat itu enam bulan lalu dan dia memiliki kaki barunya sekarang.

“Saya sangat senang bisa berjalan lagi sendiri,” kata Mahmoud.

Andrea Patterson, direktur Relief International di Turki, mengatakan bahwa tujuan mereka adalah menyediakan layanan bagi para pengungsi yang cacat dan mendukung secara psikologis.

“Dengan adanya bantuan dari Uni Eropa, Relief International bekerja dengan mitra local (Turki) untuk memberikan prosthesis tangan dan kaki bagi para pengungsi yang cacat,” kata Patterson.

Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY