Rezim Syiah Suriah Takut Dengan Kedatangan Pasukan Darat Saudi dan Turki Untuk Melawan ISIS

9605

Menteri Luar Negeri rezim Suriah, Walid al-Muallem, memperingatkan setiap intervensi asing ke Suriah, setelah muncul laporan bahwa Arab Saudi dan Turki berencana menerjunkan pasukan darat ke Suriah untuk mengalahkan ISIS dalam koalisi internasional.

Menlu Suriah Walid al-Muallem
Menlu Suriah Walid al-Muallem

“Intervensi darat (asing) di wilayah Suriah tanpa izin pemerintah adalah agresi yang harus dilawan”, kata Muallem pada konferensi pers di ibukota Damaskus, Sabtu (6/2), seperti dilansir Press TV Iran. 

Berdalih kedaulatan, pejabat senior rezim Suriah ini mengancam bahwa para “agresor” asing akan dipulangkan dalam peti mati. 

“Jangan ada yang berpikir mereka bisa menyerang Suriah atau melanggar kedaulatannya, karena saya memastikan bahwa setiap agresor akan pulang ke negaranya dalam peti mati kayu, baik itu tentara Saudi atau Turki”, ancamnya.

Hal serupa dikemukakan oleh Mohammad Ali Jafari, kepala Garda Revolusi Syi’ah Iran. Jafari mengejek tawaran Saudi untuk mengirim pasukan daratnya ke Suriah. Menurutnya Saudi akan dikalahkan.

“(Saudi) telah membuat klaim seperti itu, tapi saya tidak yakin mereka cukup berani untuk melakukannya… Bahkan jika mereka mengirim pasukan, mereka akan pasti dikalahkan… Itu akan menjadi bunuh diri”, ledek Jafari dimuat kantor berita Fars Iran.

Beberapa Jenderal dan perwira militer Iran sendiri sebenarnya sudah tewas di Suriah, baik oleh pejuang Suriah, maupun serangan bom bunuh diri ISIS.

Pada hari Kamis (4/2), Arab Saudi telah menawarkan diri pada koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat untuk menerjunkan pasukan daratnya di Suriah dalam rangka mengalahkan teroris ISIS. Tawaran Saudi disambut baik oleh pihak koalisi.

Kelompok Daesh atau ISIS merajalela di beberapa provinsi Suriah tanpa kontrol rezim Assad, terutama provinsi Raqqah yang pusat kotanya bahkan ditetapkan sebagai ibukota “Khilafah” al-Baghdadiyah.

Risalah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY