Rezim Suriah secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat militer Rusia

98

Sebuah pesawat patroli maritim Rusia dengan beberapa personel di dalamnya secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh artileri anti-pesawat rezim Suriah pada hari Senin setelah sebelumnya sejumlah lokasi dibawah kendali rezim Assad diserang oleh rudal Israel, menurut seorang pejabat AS yang mengetahui insiden tersebut.

Pejabat AS mengatakan rezim Assad sebenarnya sedang berusaha menghentikan serangan rudal Israel. Pejabat kedua menegaskan bahwa Israel bertanggung jawab atas serangan rudal terhadap wilayah rezim Suriah.

Kantor berita negara Rusia, TASS, melaporkan bahwa sebuah pesawat militer IL-20 Rusia dengan 14 personel didalamnya menghilang di Laut Tengah pada hari Senin. Menurut TASS, kementerian pertahanan menyebutkan bahwa “sinyal IL-20 keluar dari pantuan radar dan hilang selama serangan empat pesawat F-16 Israel yang mentargetkan wilayah Suriah di provinsi Latakia.”

Israel telah menembakkan beberapa rudal mentargetkan daerah pesisir Latakia di mana Rusia telah mendirikan pangkalan militernya, yang menjadi basis pasukan Rusia termasuk sejumlah besar pesawat. Dalam upaya untuk menyerang balik Israel, rezim Suriah melancarkan tembakan anti-pesawat yang ekstensif, kata pejabat itu dan pesawat Rusia terkena tembakan secara tidak sengaja.

AS mengetahui insiden itu karena pasukan rezim Suriah menyiarkan pencarian darurat dan penyelamatan melalui panggilan radio pada frekuensi internasional. AS kemudian mendapat pesan langsung dari negara lain tentang jenis pesawat dan keadaan insiden tersebut. Pejabat itu tidak akan mengidentifikasi negara itu, tetapi kemungkinan Rusia adalah satu-satunya negara yang akan tahu persis jenis pesawat apa yang ditembak jatuh.
Seorang juru bicara Pentagon mengatakan kepada CNN bahwa rudal itu tidak ditembakkan oleh militer AS tetapi tidak akan berbicara tentang siapa yang berada di balik serangan itu. Seorang juru bicara Angkatan Pertahanan Israel menolak berkomentar mengenai laporan tersebut.

Pesawat itu ditembak jatuh oleh sistem anti-pesawat yang dijual oleh Rusia kepada rezim Suriah beberapa tahun lalu, kata pejabat itu. Jaringan pertahanan udara rezim Suriah di Suriah barat dipenuhi dengan sistem rudal dan radar anti-pesawat.

Pada bulan Februari, dua orang awak F-16 Israel menyelamatkan diri dari pesawat mereka ketika sebuah rudal meledak di dekat mereka, merusak pesawat mereka ketika mereka selesai melakukan misi penyerangan di wilayah Suriah.

Seorang pejabat pertahanan Israel mengatakan kepada CNN awal bulan ini bahwa Israel telah menyerang wilayah rezim Suriah sebanyak 200 kali dalam 18 bulan terakhir untuk mencegah penyebaran senjata-senjata Iran di wilayah tersebut.

CNN

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY