Rezim Assad Mengeluarkan 200.000 Paspor Suriah Untuk Militan Iran

554

Sekitar 200.000 warga Iran, sebagian besar merupakan anggota Korps Pengawal Revolusioner Iran (IRGC), memperoleh paspor Suriah dalam beberapa bulan terakhir, laporan dari sumber yang menginformasikan kepada media Zaman al-Wasl pada hari Senin(02/04).

Departemen Imigrasi dan Paspor di Damaskus baru-baru ini mengeluarkan 200.000 paspor untuk warga Iran atas perintah rahasia oleh Istana Republik dan Jenderal Maher al-Assad, saudara dari diktator Suriah,Bashar al Assad, kata sumber yang berbasis di Damaskus.

Layanan Intelijen telah menangani file kewarganegaraan palsu.

Langkah ini merupakan jawaban atas kekhawatiran akan munculnya perubahan demografi di Suriah yang dilakukan oleh rezim Assad karena rezim diktator Assad memaksa ratusan ribu warga Suriah pindah dari kampung halaman mereka ke provinsi Idlib di utara Suriah.

Teheran telah mengirimkan penasihat militer, milisi sukarela dan dilaporkan juga telah mengirimkan ribuan militan dari brigade Quds, sayap khusus dari IRGC untuk luar negeri.

Juga diyakini, rezim Assad telah memasok ribuan ton persenjataan dan amunisi untuk membantu tentaranya dan milisi Hezbolatt yang pro-Iran, yang berperang di pihak Assad.

Teheran telah disebut berusaha untuk membangun bukan hanya sebuah aksis pengaruh tetapi juga jalur pasokan logistik (untuk perang) dari Iran hingga Hizbulatt di Lebanon.

Lebih dari 119.000 pasukan pro-rezim Assad telah tewas, termasuk 62.000 tentara, puluhan ribu milisi loyalis dan 1.556 pejuang dari Hizbulatt, menurut perkiraan data oleh Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Lebih dari 470.000 warga sipil Suriah telah tewas dan 12 juta orang telah diusir dari rumah mereka sejak revolusi Suriah meletus pada tahun 2011.

Zaman Al Wasl

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY