Rezim Assad berusaha mengosongkan Aleppo dengan tawaran ‘jaminan kemanan dari Rusia’

1158

Rezim Bashar Assad telah menyerukan pejuang oposisi meninggalkan pinggiran timur Aleppo dalam pertukaran untuk jaminan kemanan dari serangan Rusia, dalam tanda baru yang menunjukkan rezim -dengan dukungan dari Moskow-berusaha untuk menghasilkan perubahan demografi di Suriah.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan pada hari Minggu oleh kantor berita pro rezim Suriah, SANA, Komando Angkatan Darat rezim meminta semua kelompok bersenjata di lingkungan timur kota Aleppo untuk meninggalkan posisi mereka sehingga penduduk setempat dapat menjalani ‘hidup normal’.

“Perintah dari pasukan (rezim) Suriah dan Rusia berjanji memberikan akses keluar yang aman dan memberikan dukungan yang diperlukan untuk kelompok bersenjata yang bersedia pergi,” kata pernyataan itu.

Namun, sumber-sumber oposisi di Aleppo mengungkapkan kepada surat kabar Asharq Al-Awsat bahwa mereka saat ini tengah menyusun rencana untuk mendapatkan kembali kontrol wilayah di mana pasukan Assad telah meraih kemajuan akhir-akhir ini, seperti daerah Rumah Sakit Kanada.

“Pihak oposisi berencana untuk mengejutkan pasukan rezim dengan menyerang mereka di daerah-daerah yang tak terduga,” kata sumber.

Aktivis dan pasukan oposisi juga berbicara tentang kesiapan mereka untuk menghidupkan kembali serangan di wilayah Kulliyat dengan tujuan membuka akses rute suplai di wilayah Ramouseh, di bagian barat daya dari ibukota.

Sejalan dengan rencana rezim untuk mengosongkan Aleppo dari pejuang oposisi, kelompok oposisi Suriah memperingatkan rencana serupa juga dijalankan di Damaskus dengan memasukkan orang-orang Kristen dari luar kota tua Damaskus, khususnya ke daerah Bab Touma.

“Penduduk Bab Touma khawatir jika lingkungan mereka menjadi tempat penampungan tidak etis untuk orang asing yang melanggar kehormatan dan keamanan mereka,” kata pernyataan itu, menekankan warga sekarang takut anak-anak mereka bisa diculik atau diserang setiap saat.

“Warga sekarang berusaha untuk melakukan perjalanan ke daerah yang lebih aman,” tambahnya.

Sumber-sumber dari ibukota Suriah mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa aparat keamanan rezim sekarang secara langsung telah mengendalikan seluruh kota Damaskus.

“Rumah tidak bisa dijual, dibeli atau disewa tanpa persetujuan dari aparat keamanan rezim,” kata sumber, yang ingin tetap anonim.

Sumber tersebut mengatakan badan keamanan rezim berencana untuk menghasilkan perubahan demografis di ibukota dengan cara yang sesuai dengan kepentingan mereka sendiri.

Sumber menambahkan bahwa Bab Touma kini telah menjadi benteng keamanan Syiah Iran, dimana mereka bertugas memantau jalan menuju Masjid Umayyah dan kuil Sayyidah Ruqayya.

ASHARQ AL-AWSAT

 

 

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY