Rencana Besar untuk Aliansi Saudi-Mesir

931

Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman telah mengumumkan kesepakatan dengan Mesir untuk membangun jembatan besar di atas Laut Merah untuk menghubungkan kedua negara, setelah Pemimpin rezim Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada hari Sabtu (24/06) menyetujui untuk menyerahkan Kepulauan Laut Merah ke Arab Saudi, menurut sebuah pernyataan kabinet.

Jika diimplementasikan, kesepakatan tersebut akan secara efektif memberikan kedaulatan atas dua pulau Laut Merah yang tak berpenghuni, yakni Tiran dan Sanafir dari Mesir ke Arab Saudi.

Jembatan tersebut akan diberi nama Jembatan Raja Salman, akan menampung lalu lintas jalan dan kereta api antara daerah dekat resor Sharm el-Sheikh Mesir dan Ras Humaid di Tabuk, Arab Saudi utara, di seberang Pulau Tiran. Pejabat KSA memproyeksikan volume perdagangan yang direalisasikan melalui jembatan tersebut akan mencapai $ 200 miliar per tahun.

 

Bagian jembatan di atas laut akan berukuran 7-10 kilometer (4-6 mil), dan panjang keseluruhan struktur akan membentang 50 kilometer (31 mil). Jembatan yang akan dibangun selama tujuh tahun ini akan menelan biaya sebanyak $ 4 miliar.

Raja Salman dan al Sisi sepakat bahwa langkah bersejarah ini pada akhirnya dapat menghubungkan benua Asia dan Afrika. Ini akan meningkatkan perdagangan antara kedua benua ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kesepakatan tentang jembatan tersebut mengikuti pengumuman dua tahun lalu dari Mesir untuk membangun sebuah ibukota baru di timur, yaitu Kairo. Pengumuman tersebut disampaikan di sebuah konferensi investasi yang bertujuan untuk menghidupkan kembali ekonomi Mesir.

 

 

 

 

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY