Ratusan ribu anak di Aleppo kembali ke sekolah setelah Turki membangun lebih dari 400 sekolah

56

Bantuan Turki dalam memulihkan perdamaian di Aleppo tidak hanya terbatas untuk mendukung oposisi. Turki juga telah membangun lebih dari 400 sekolah yang rusak di wilayah ini, membantu 152.000 anak untuk melanjutkan pendidikan mereka yang sebelumnya terhenti karena perang.

Selama delapan bulan terakhir, Turki telah membangun lebih dari 400 sekolah yang rusak di wilayah Aleppo, Suriah, memungkinkan 152.000 anak melanjutkan pendidikan mereka.

Setelah Operasi Euphrates Shield, di mana Turki mendukung oposisi Suriah melawan Daesh dan membebaskan kota-kota di Utara Suriah, Kementerian Pendidikan Nasional Turki meluncurkan upaya restorasi untuk 458 sekolah di wilayah Aleppo, di Jarablus, al-Bab, al-Rai dan Azaz dan membantu memulihkan kehidupan warga sipil disana.

Berbicara kepada Anadolu Agency (AA), Direktur Lifelong Education dari Kementerian Agama Ali Rıza Altunel mengatakan, “Saya yakin jumlah siswa akan meningkat menjadi sekitar 170.000 pada akhir semester pertama.”

Altunel mengatakan kementerian telah menjalankan programnya sejak Maret, setelah Operation Euphrates Shield berhasil dan diakhiri oleh militer Turki.

“Ada cukup sekolah dasar dan menengah, tapi sekolah tinggi masih sangat sedikit,” kata Altunel. “Pada bulan Maret, kami hanya berhasil melanjutkan pelajaran di tiga sekolah. Pada akhir Juni, jumlahnya meningkat menjadi 103 sekolah.”

Altunel mengatakan bahwa anak-anak di wilayah yang dibangun kembali “sangat senang dengan kontribusi Turki,” karenanya anak-anak Suriah melukis spanduk yang mengatakan bahwa mereka akan melanjutkan pendidikan mereka “tidak peduli apa pun.” “Reaksi ini membuat semua kerja keras kita layak dilakukan,” kata Altunel. Mengatakan bahwa anak-anak di wilayah tersebut tidak dapat menerima pendidikan yang layak selama lima tahun terakhir. “Jadi, kami meluncurkan ‘program kompensasi’ untuk anak-anak untuk menebus kekurangan pendidikan,” katanya. “Kami bekerja keras untuk membantu anak-anak menyelesaikan sekolah dasar sehingga mereka bisa melanjutkan ke sekolah menengah.”

Turki juga melakukan pengiriman guru untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik namun masih belum memadai. Altunel mengatakan bahwa mereka telah mempekerjakan 230 orang guru bahasa Arab Suriah dan Turkmen yang fasih berbahasa Turki untuk mengajarkan kepada anak-anak Suriah pelajaran bahasa Turki di sekolah-sekolah tersebut.

Yayasan Maarif Turki, yang mengoperasikan sekolah negeri di luar negeri, juga telah berkontribusi dalam proses tersebut. Yayasan tersebut telah membuka dua sekolah di Jarablus, yang telah dibebaskan dari Daesh, termasuk satu yang telah diubah menjadi sebuah penjara ketika kelompok teroris tersebut mengambil alih kota tersebut. Lebih banyak sekolah akan berfungsi di kota-kota lain yang telah dibebaskan dari kelompok teroris. Birol Akgün, kepala yayasan tersebut, mengatakan bahwa mereka membangun sekolah untuk memerangi rekrutmen kelompok teroris di kalangan remaja dan anak-anak. “Kami membangun sekolah sehingga anak-anak [Suriah] tidak akan jatuh dalam ‘jebakan teroris’,” kata Akgün kepada surat kabar Daily Sabah dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Otoritas Turki melihat pendidikan sebagai kunci untuk mencegah bangkitnya ideologi apapun yang terkait dengan terorisme.

Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY