Presiden Erdogan: Tentara Pembebas Suriah ‘bukan kelompok teroris’

146

ANKARA – Tentara Pembebas Suriah (FSA) bukanlah kelompok teroris, namun sebuah organisasi nasional yang membela tanah airnya, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Selasa.

Menghadiri pertemuan anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan, Presiden Erdogan mengecam partai oposisi utama, Partai Rakyat Republik (CHP), karena menyebut FSA sebagai “organisasi teroris”.

“FSA bukan kelompok teroris, tapi sebuah organisasi nasional yang terdiri dari berbagai etnis yang memiliki semangat untuk membela tanah air mereka,” kata presiden Erdogan.

Dia mengatakan tentara Turki dan FSA bbersama-sama berperang melawan organisasi teroris YPG / PKK.

“Sebanyak 16 pejuang FSA telah gugur dan 100 lainnya luka-luka selama Operasi Ranting Zaitun,” tambahnya.

Erdogan juga mengucapkan terima kasih kepada warga Suriah yang tinggal di Turki yang mendaftar ke pusat militer untuk berpartisipasi dalam operasi Afrin.

Turki meluncurkan Operation Olive Branch pada 20 Januari untuk membersihkan teroris PYD / PKK dari Afrin di barat laut Suriah.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut serta untuk melindungi warga Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan Piagam PBB dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah.

Sejak awal operasi, 20 roket yang diluncurkan oleh PYD/PKK telah menghantam Kilis, menewaskan dua warga sipil dan melukai 21 lainnya.

Presiden Erdogan menegaskan bahwa Turki menghormati integritas teritorial Suriah. “Kami tidak memiliki kepentingan di wilayah siapa pun.”

Erdogan bersumpah bahwa Turki akan “tegas” terus memerangi terorisme demi mengamankan perbatasannya di selatan.

Tentang kapan Operation Olive Branch akan berakhir, Erdogan mengatakan: “Kami tidak akan pernah berhenti sampai ancaman teror di sepanjang perbatasan kami benar-benar lenyap dan hampir 3,5 juta orang Suriah di negara kami kembali dengan selamat ke rumah mereka.”

“Terserah teroris apakah mereka mengosongkan lokasi mereka [di daerah operasi Afrin] Kami akan terus maju melawan teroris tanpa melihat siapa rekan mereka.”

Anadolu Agency

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY