Presiden Erdogan mengecam rezim Mesir atas eksekusi yang tidak adil

112

Presiden Erdogan mengatakan dia tidak akan pernah berbicara dengan orang seperti Sisi dan menyerukan pembebasan tahanan Ikhwanul Muslimin di Mesir.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan tajam mengkritik pemimpin rezim Mesir, Abdel Fattah el-Sisi setelah pelaksanaan eksekusi sembilan orang di Mesir baru-baru ini, dengan mengatakan ia menolak berbicara dengan “seseorang seperti dia”.

“Mereka membunuh sembilan orang pemuda baru-baru ini. Ini bukan sesuatu yang dapat kita terima,” kata Erdogan pada hari Sabtu dalam sebuah wawancara dengan saluran TV CNN-Turk dan Kanal D, merujuk pada eksekusi pada hari Rabu terhadap tahanan yang dihukum atas tuduhan pembunuhan jaksa penuntut umum Mesir pada tahun 2015.

“Tentu saja, kita akan diberitahu bahwa ini adalah keputusan pengadilan, tetapi di sana, keadilan, pemilihan umum, semuanya omong kosong. Ada sistem otoriter, bahkan totaliter,” tambah Erdogan.

“Sekarang, saya menjawab mereka yang bertanya-tanya mengapa Tayyip Erdogan tidak berbicara dengan Sisi, meskipun ada mediator yang kadang-kadang datang ke sini, tetapi saya tidak akan pernah berbicara dengan seseorang seperti dia,” katanya.

Hubungan antara Turki dan Mesir sebenarnya tidak ada sejak militer Mesir, yang kemudian dipimpin oleh Sisi, menggulingkan Presiden Mohamed Morsi yang terpilih secara demokratis pada 2013 – dimana Morsi dikenal sebagai sekutu dekat Erdogan.

Ratusan pendukung Morsi dijatuhi hukuman mati, sementara Morsi dan tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin lainnya juga ditangkap dan diadili.

Mesir melarang Ikhwanul Muslimin dan mencapnya sebagai organisasi teroris pada Desember 2013, hanya beberapa bulan setelah Morsi digulingkan.

Banyak dari hukuman mati telah dijatuhkan pada persidangan massal yang melibatkan ratusan terdakwa dan berlangsung hanya beberapa hari.

Presiden Turki menyerukan pembebasan tahanan Ikhwanul Muslimin di Mesir.

“Pertama-tama, dia harus membebaskan semua orang yang dipenjara dengan amnesti umum. Selama orang-orang ini belum dibebaskan, kami tidak akan dapat berbicara dengan Sisi,” katanya.

Erdogan juga menyerang negara-negara Barat yang, katanya, “menggelar karpet merah” untuk Sisi dan menutup mata terhadap eksekusi terbaru di Mesir.

“Di mana Barat? Apakah kamu mendengar suara mereka?” dia berkata.

“Di sisi lain, ketika menyangkut orang-orang yang dipenjara di negara kita (Turki), mereka meneriakkan tentang pembunuhan berdarah.”

Amnesty International mengutuk eksekusi sembilan pria tersebut, yang dihukum dalam persidangan tidak adil dan menjalani penyiksaan selama interogasi.

Pernyataan Presiden Erdogan muncul ketika para pemimpin Arab dan Eropa bersidang di kota resor Laut Merah Mesir, Sharm el-Sheikh untuk KTT Liga Arab-Uni Eropa pertama pada hari Ahad.

Egypt Executes Nine Men After 'Unfair Trial'

"We were electrocuted enough to supply Egypt for 20 years."Egypt executed nine men after an "unfair trial" which human rights groups are calling a "monumental disgrace"

Dikirim oleh Middle East Eye pada Rabu, 20 Februari 2019

Al Jazeera

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY