PM Turki: “Upaya Kontra-Terorisme Turki di Timteng Bermanfaat Juga Untuk Eropa”

39

Perdana Menteri Turki ,Binali Yildirim, mengatakan selama konferensi pers dengan Denis Zvizdic, ketua Dewan Menteri di Bosnia dan Herzegovina, pada akhir Maret lalu, bahwa upaya kontra-terorisme Turki di Timur Tengah tidak hanya menguntungkan Turki sendiri, tetapi juga membawa kesejahteraan dan keamanan Eropa dan Eropa tenggara juga.

Yildirim mengatakan “Perang Turki melawan terorisme di Timur Tengah, di Suriah dan di Irak, tidak hanya mengamankan warga negara Turki sendiri, tapi juga mencegah masuknya  gelombang pengungsi ke Balkan dan ke Eropa serta mencegah kegiatan teroris  (penyusup dalam kelompok pengungsi)”.

Yildirim melanjutkan “Dalam hal ini, kami ingin teman-teman Eropa kami lebih terlibat dalam perjuangan negara kami ini. Kunjungan ini tidak diragukan lagi merupakan kesempatan penting untuk lebih mengembangkan hubungan kami dengan Bosnia dan Herzegovina yang merupakan negara sahabat. ”

Yildirim menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Turki 7,4 persen pada tahun 2017 adalah hal yang tidak mengejutkan.

“Tidak mengherankan bagi kami. Kami sudah memiliki proyek untuk pertumbuhan berkelanjutan pada 2018. Ini adalah tingkat pertumbuhan tertinggi di seluruh dunia, termasuk 20 negara maju”, tegas Yildirim.

Dia menambahkan: “Turki sudah memiliki rencana berkelanjutan,stabil dan jangka menengah untuk tahun 2018. Pertumbuhan dan pekerjaan akan terus berlanjut.”

Pada situasi di Balkan, Yildirim mengatakan: “Stabilitas dan kepercayaan di Balkan, pada kenyataannya, keamanan di Eropa bergantung keamanan di Timur Tengah. Dari sudut pandang itu, kita tahu bahwa ada tanggung jawab besar untuk perdamaian di semua negara-negara di kawasan itu untuk menjaga stabilitas. Dalam konteks ini, kami berusaha untuk mengembangkan hubungan persahabatan dengan semua negara lain, terutama Bosnia dan Herzegovina, “kata Yildirim.

 

Ikatan Ekonomi

Zivizdic juga memuji hubungan ekonomi yang kuat antara Bosnia-Herzegovina dengan Turki.

“Kami pasti melanjutkan kerja sama ekonomi kami dalam hal investasi baru Turki yang menarik secara signifikan. Turki selalu berada di antara 10 mitra dagang utama Bosnia dan Herzegovina dan di antara 10 investor terbesarnya.

“Volume perdagangan bilateral selama tahun lalu adalah 1,2 miliar saham konvertibel [$ 737 juta] dengan tren pertumbuhan, dan kami memiliki potensi untuk menaikkannya menjadi 2 miliar konvertible marks [$ 1,23 miliar] pada akhir 2019. Dengan fokus khusus pada produk pertanian, “kata Zvizdic.

Perdana menteri Turki juga mengadakan pertemuan 4 mata dengan anggota dari tim Kepresidenan Bosnia, Bakir Izetbegovic. Pertemuan itu tertutup untuk pers.

Yildirim kemudian menyapa siswa dan ilmuwan di Universitas Internasional Sarajevo.

Mengenai tawaran kepada Turki dan Bosnia untuk bergabung dengan Uni Eropa, Yildirim mengatakan bahwa kedua negara harus menjadi anggota Uni Eropa tetapi pada saat yang sama haruslah tetap melindungi nilai-nilai (budaya) mereka sendiri.

“Turki ingin bergabung dengan Uni Eropa tetapi tidak akan melakukannya dengan menempuh semua cara (memenuhi semua syarat yang bahkan tidak sesuai dengan nilai budaya Turki). Kita dapat menjadi anggota Uni Eropa dengan tetap harus melindungi nilai-nilai kita. Jika mereka memberitahu kita untuk ‘menyerah’ (untuk melanggar nilai yang dianut masyarakat Turki hanya demi masuk Uni eropa), maka persatuan seperti itu tidak akan menguntungkan kita,”tegas Yildirim.

“Kami sering dihadapkan dengan pertanyaan ini dari waktu ke waktu: ‘Apakah Turki negara Eropa atau Asia?’, yang mana menurut kami  pertanyaan ini merupakan hal yang tidak penting. Turki adalah tempat dimana Eropa dan Asia bertemu, dimana sepanjang sejarah, peradaban telah bertemu (di Turki). Selama berabad-abad, Turki telah berfungsi sebagai negara yang telah mengakhiri konflik antarperadaban, dan mengikat berbagai agama, keyakinan dan budaya satu sama lain,”kata Yildirim.

Pada hari kedua kunjungan Yildirim di Bosnia, diadakan pertemuan dengan Husein Kavazovic, mufti tertinggi di Bosnia dan Herzegovina.

Yildirim juga bertemu dengan wartawan Bosnia dan mengunjungi makam presiden pertama Bosnia, Alija Izetbegovic, yang memimpin negara itu menuju kemerdekaannya.

Setelah mengunjungi Museum Peringatan Tragedi Srebrenica dan Terowongan Perang Sarajevo, Yildirim balik ke Ankara.

Dalam kunjungannya ke Bosnia akhir Maret lalu,ikut serta delegasi yang mencakup Wakil Perdana Menteri Recep Akdag, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, Menteri Ekonomi Nihat Zeybekci, dan Menteri Transportasi-Maritim dan Komunikasi Ahmet Arslan.

 

Anadolu Agency

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY