PKK Suriah menghadapi pukulan keras dari FSA dengan dukungan militer Turki

7825

Lebih dari 350 teroris YPG / PKK tewas dan puluhan target hancur di Suriah utara oleh operasi militer Turki dan FSA

Oposisi Suriah, FSA yang didukung militer Turki telah menghantamkan sebuah pukulan keras bagi teroris YPG-PYD Suriah yang berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di kota Tel Rifaat, Suriah utara.

Lebih dari 350 YPG teroris telah tewas dan puluhan basis mereka dihancurkan oleh tembakan astileri dan serangan udara Turki dalam empat hari terakhir.

Operasi itu dilakukan setelah teroris YPG menyerang pejuang FSA ketika mereka bergerak ke arah al-Bab, benteng Daesh di Aleppo utara.
Sementara itu, FSA telah merebut wilayah yang dikendalikan YPG, diantaranya desa Al Hassiah, Al Said, Al Semuqh, Tuwainiyah dan Tal Malid sebelah tenggara Tel Rifaat.

Komandan FSA mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka akan merebut Tel Rifaat dan kemudian bergerak ke arah al-Bab.
Menyusul serangan FSA yang didukung oleh pemboman militer Turki, teroris YPG sekarang khawatir akan kehilangan kota Afrin dan desa-desa sekitarnya. Bentrokan sengit dilaporkan di desa Syaikh Isa dan pusat kota Tel Rifaat.

Rezim Suriah memasok senjata berat ke YPG

Komandan FSA mengatakan bahwa pasukan rezim Suriah mengirimkan senjata berat untuk teroris YPG di kota Nubl dan Zahraa.
“Teroris YPG telah menyerang posisi FSA sejak Sabtu dengan peluru mortir 122 mm yang disediakan oleh pasukan Assad,” komandan FSA mengatakan.

Kota Nubl dan Zahra berjarak 25 kilometer sebelah barat Tel Rifaat, berada di bawah kendali Assad yang didukung milisi Hizbullat.

Lebih dari 20 penembak jitu Hizbullat dikirim ke Tel Rifaat dan Syaikh Isa untuk melawan pasukan FSA, menurut sumber-sumber lokal.
Sumber mengatakan bahwa YPG sedang mempersiapkan mobilisasi besar-besaran di wilayah tersebut.
Mereka bahkan merekrut anak-anak berusia di atas 16 di kota, yang memiliki populasi 65% adalah Arab dan Turkmen, untuk terlibat dalam pertempuran bersenjata.

Yeni Safak

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY