Perjalanan luar biasa anak Afghanistan untuk bertemu kembali dengan keluarganya di Denmark

809

Anadolu Agency mengikuti perjalanan Abdul Samir Zaheri yang pertama kali ditemukan setengah membeku di timur Turki tahun lalu

Kopenhagen, Denmark

Anadolu Agency telah mengikuti perjalanan yang luar biasa dari seorang anak Afghanistan yang ditemukan setengah membeku di provinsi Erzurum timur Turki tahun lalu saat ia berusaha bertemu kembali dengan keluarganya di Denmark dengan bantuan dari Bulan Sabit Merah Turki (Kizilay) dan Palang Merah Denmark.


Pada awal 2016, seorang anak sembilan tahun Abdul Samir Zaheri ditemukan di sebuah persinggahan di wilayah Pasinler Erzurum oleh masyarakat setempat, tangannya menderita gangren setelah terkena radang dingin.

Orang tuanya meninggalkan Afghanistan dengan tiga saudaranya untuk mencari perlindungan di Denmark dua tahun lalu, meninggalkan dia dan saudaranya untuk berangkat kemudian, ungkap Samir kepada Anadolu Agency.

Samir tidak bisa menunggu lebih lama lagi, ia meninggalkan Afghanistan dengan pamannya untuk bertemu keluarganya, Samir menambahkan.

samir1

Setelah berjalan ribuan kilometer di pegunungan dalam kondisi cuaca dingin, paman Samir takut keponakannya akan mati dan meninggalkan anak tersebut di persinggahan di Turki, di mana ia kemudian ditemukan.

“Kami tidak punya mobil. Ada salju dan es. Tangan saya membengkak. Setelah itu mereka menemukan saya dan membawa saya ke rumah sakit. Para dokter menyembuhkan saya dan saya dibawa ke sebuah tempat penitipan anak,” kata Samir.

Pihak berwenang Turki mencari keluarganya, yang berada di Denmark ketika ia dirawat di sebuah rumah sakit di Erzurum.

Setelah pengobatannya selesai, Kementerian Keluarga dan Kebijakan Sosial Turki menempatkan Samir di tempat penitipan anak.

Hadis Shiva, seorang pengungsi Afghanistan yang telah tinggal di Turki sejak 2011 mendampingi Samir di Erzurum. Dia menjelaskan pertama kalinya ia bertemu Samir :

“Dia duduk di kursi roda dan sangat takut. Dia bertanya seperti ‘Di mana kita? Maukah Anda membawa saya ke ibu saya?’ Dia bahkan tidak berpikir tentang kesembuhannya. Satu-satunya hal yang ia ingin tahu adalah apakah dia akan bisa bertemu kembali dengan keluarganya atau tidak, “katanya.

Sebelum keberangkatannya ke Denmark, Samir mendapat kesempatan berbicara dengan keluarganya.

Reuni

Selama video call, ayah Samir menjelaskan perjalanan mereka dari Afghanistan ke Denmark kepada wartawan Anadolu Agency.

“Kami memiliki begitu banyak masalah dan saya harus meninggalkan dua anak saya di belakang di Afghanistan.”

“Kami melarikan diri dari Afghanistan ke Iran, dari Iran ke Turki, Pakistan, pulau Siprus, Yunani, kami melewati semua negara-negara ini. Kami menyeberangi jalan kematian. Kami berjalan 45 hari di hutan dan menyeberangi lautan dengan kapal untuk mencapai Denmark. Salah satu anak saya masih terpengaruh oleh perjalanan ini dan tidak bisa tidur di malam hari, “katanya.

“Ini tidak dapat dijelaskan, Anda harus mengalami untuk memahami,” katanya.

samir4

Samir mengucapkan selamat tinggal kepada pihak berwenang yang mendukung dan membantunya pada saat dia di Turki dan menjadi dekat dengannya, termasuk gubernur Erzurum Seyfettin Azizoglu, sebelum keberangkatannya ke Denmark.

Tiba di bandara Copenhagen bersama Anadolu Agency dan Bulan Sabit Merah Turki, Samir akhirnya bertemu kembali dengan keluarganya.

“Saya bertemu kembali dengan ibu saya, saya benar-benar bahagia,” kata Samir.

Ibu Samir berterima kasih atas dukungan semua orang sehingga mereka bisa berkumpul kembali.

samir5

“Kami berterima kasih kepada pemerintah Turki, orang-orang Turki dan orang-orang dari Erzurum, Kizilay dan Palang Merah Denmark. Anda memberikan kepada saya anak saya yang hilang. Kami pikir kami tidak akan pernah bertemu lagi. Anda membawanya kembali ke tangan kami,”ayah Samir mengatakan dan meminta Palang Merah Denmark untuk dukungan pendidikan bagi anak-anaknya.

“Samir adalah anak yang melarikan diri dari perang, yang berbicara bahasa yang Anda bahkan tidak tahu, tapi Anda melindunginya. Saya ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan Anda terhadap pengungsi dan orang-orang yang masih hidup dalam perang,” tambahnya.

Setelah prosedur di bandara Samir tinggal bersama keluarganya di kamp pengungsi dekat Copenhagen.

Anadolu Agency

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY