Pentagon mempertimbangkan untuk meluncurkan aksi militer terbatas terhadap Assad

1125
U.S. Secretary of State John Kerry (R) makes a statement next to French Foreign Minister Jean-Marc Ayrault prior to a bilateral meeting on the crisis in Syria, at the State Department in Washington, October 7, 2016. REUTERS/Mike Theiler

Washington– Pentagon sedang mempertimbangkan melakukan serangan terbatas di Suriah sehingga tidak menyeret Presiden AS Barack Obama ke situasi yang memalukan, bersama dengan beberapa badan keamanan AS mengadakan pertemuan sejak minggu lalu untuk mencari solusi atas krisis yang semakin meningkat di Aleppo ditengah potensi serangan AS terhadap rezim Suriah.

Para pejabat di Pentagon dan Gedung Putih mengatakan kepada surat kabar Asharq al-Awsat bahwa serangan udara tersebut tidak akan diungkapkan dan AS tidak akan membuat pernyataan di depan umum.

Beberapa analis menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan antara Rusia dan AS berkaitan dengan perang Suriah dan akan memicu konflik militer. Namun, sumber Pentagon tampaknya yakin bahwa langkah militer yang menentukan oleh AS dapat diambil tanpa risiko atau bahaya nyata.

Selanjutnya, Menteri Luar Negeri John Kerry pada hari Jumat menyerukan penyelidikan kejahatan perang kepada Rusia dan rezim Suriah, mengingat serangan terus menerus terhadap warga sipil Suriah.

“Rusia dan rezim berutang pada dunia lebih dari penjelasan tentang mengapa mereka menyerang dengan terang-terangan rumah sakit, fasilitas medis, anak-anak dan perempuan,” kata Kerry dalam konferensi pers dengan Menlu Perancis.

“Ini adalah tindakan permohonan untuk penyelidikan yang tepat terhadap kejahatan perang, dan mereka yang melakukan ini akan dan harus bertanggung jawab atas tindakan tersebut,” tambah Kerry.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault berbicara tentang upaya Prancis untuk mendorong ke arah gencatan senjata di Suriah, menggambarkan situasi di Aleppo sebagai situasi yang “sangat berbahaya”.

Sebelumnya, Ayrault bertemu para pejabat Rusia untuk membahas upaya untuk mencapai gencatan senjata terutama setelah gencatan senjata Washington-Moskow gagal, ketegangan meningkat dan terjadi saling lempar tuduhan.

Namun, arena politik tampaknya meragukan keinginan pemerintahan Obama atau kemampuannya untuk mengambil suatu keputusan disaat yang sulit.

Sementara itu, Rusia telah memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak melakukan intervensi militer di Suriah melawan pasukan Bashar al-Assad, mengancam bahwa mungkin Rusia akan menembak jatuh setiap pesawat yang mencoba untuk memulai serangan.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara kementerian pertahanan Rusia memperingatkan bahwa Rusia dan pemerintah (rezim) Suriah telah mengerahkan pertahanan udara yang cukup untuk memblokir setiap serangan potensial.

Dan ancaman Rusia ini sepertinya tidak main-main karena dilaporkan bahwa Rusia telah mengerahkan sistem pertahanan udara S-300 di Tartus, Suriah dengan alasan mempertahankan basis militer mereka di sana.

Asharq Al-Awsat 

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY