Pengungsi Suriah meningkatkan perekonomian Turki

7201

Pengungsi Suriah di Turki berkontribusi pada perekonomian negara tuan rumah mereka dengan cara mereka sendiri.

Dari 10 perusahaan asing yang baru didirikan di Turki, tiga dimiliki oleh warga Suriah, menurut data yang dirilis oleh Chambers and Commodity Exchanges Union Turki.

Hingga Juni 2015, 2.827 perusahaan milik warga Suriah telah berdiri di seluruh Turki, mencatat sebuah laporan berjudul “Perspektif, Harapan dan Saran dari Sektor Bisnis Turki oleh warga Suriah di Turki” yang disiapkan oleh akademisi.

Lebih dari 60 persen dari perusahaan telah terdaftar di kamar dagang dan industri di Istanbul, kata laporan itu.

Namun, para pakar berpendapat bahwa angka yang sebenarnya bisa mencapai 10.000 perusahaan ketika orang-orang yang tidak terdaftar disertakan.

Deposito oleh pengungsi Suriah di bank-bank Turki melampaui 408 juta dolar AS pada kuartal pertama tahun ini, menunjukkan data yang dirilis oleh Peraturan Perbankan dan Badan Pengawasan.

Angka untuk tahun lalu adalah 409 juta dolar, mengalami kenaikan tajam dari 106 juta dolar pada 2012, menurut harian Haberturk.

Sejumlah tiga juta warga Suriah telah melarikan diri ke Turki sejak Suriah jatuh ke dalam kekacauan di 2011.

“Sudah lima tahun sejak gelombang pertama pengungsi menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari,” kata Ufuk Sanli, seorang ekonom dan pakar ekonomi Timur Tengah.

“Selama tahun-tahun pertama perang, ada keputusasaan yang mendalam di antara para pengungsi Suriah,” katanya. “Tapi sekarang setelah lima tahun, harapan mereka untuk segera kembali ke Suriah sudah meredup dan mereka mencoba untuk membangun kehidupan baru di Turki dari awal.”

Sebagian besar perusahaan Suriah yang baru dibuka adalah usaha kecil-dan menengah seperti restoran dan toko-toko yang menjual bahan makanan dan karpet.

Dalam pandangan Oytun Orhan, analis Pusat Studi Strategis Timur Tengah, beberapa pemilik bisnis dan investor, terutama yang berasal dari kota Aleppo, barat laut Suriah, membantu ekspor Turki dengan cara menyeimbangkan penurunan tajam angka perdagangan dipengaruhi oleh konflik Suriah.

“Orang-orang ini tahu Timur Tengah dengan sangat baik dan memberikan kontribusi pada distribusi produk Turki di wilayah tersebut,” jelas Orhan.

“Karena masih banyak ketidakpastian tentang status pengungsi dan hak-hak hukum mereka, seperti izin tinggal, tidak mengherankan bahwa sebagian besar pengungsi masih lebih suka untuk menjaga kekayaan mereka ‘di bawah kasur’ dalam dolar AS atau emas,” tambah Sanli.

“Saat ini di Turki hampir tidak ada investasi industri baru, pariwisata telah terhenti secara drastis menyusul serangan teroris dan hubungan internasional yang tegang dengan negara tetangga,” katanya.

“Namun, pertumbuhan ekonomi masih mengalami kenaikan.”

Mengalahkan ekspektasi, ekonomi Turki tumbuh sebesar 5,7 persen pada kuartal terakhir 2015.

Tingkat pertumbuhan ekeonomi Turki pada tahun 2015 adalah empat persen, sementara ekonomi tumbuh pada tingkat 4,8 persen pada kuartal pertama tahun ini.

Beberapa ekonom percaya pengungsi Suriah telah memainkan peran penting dalam meningkatkan konsumsi karena menjadi penggerak perekonomian.

Orient News

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY