Penduduk Afrin Menyambut Pasukan Turki (dan FSA) dengan Tangan Terbuka

255
Seorang penduduk Afrin menyambut personil FSA di pusat kota, setelah Angkatan Bersenjata Turki dan Tentara Pembebas Suriah (FSA) mengambil alih kendali Afrin di sebelah barat laut Suriah dalam "Operasi Ranting Zaitun" pada tanggal 18 Maret 2018.

Penduduk Afrin di barat laut Suriah pada hari Ahad (18/03) menyambut Angkatan Bersenjata Turki dan Tentara Pembebas Suriah (Free Syrian Army – FSA) dengan tangan terbuka.

Pasukan Turki menguasai sepenuhnya pusat kota Afrin pada hari Ahad pagi sebagai bagian dari “Operasi Ranting Zaitun”.

Warga sipil melambaikan tangan ke pasukan Turki dan FSA sembari meneriakkan yel-yel dukungan mereka.

Banyak warga yang mengemudikan mobil mereka ke pusat kota tempat dimana mereka berkumpul dan membunyikan klakson pertanda merayakan kemenangan tersebut.

Koresponden Anadolu Agency di wilayah itu melihat beberapa bangunan dan kendaraan yang dibakar oleh teroris YPG.

Setelah mengambil kendali atas kota Afrin, tentara Turki dan pejuang FSA menghancurkan foto dan poster yang ditinggalkan oleh YPG / PKK.

Pasukan keamanan sedang mencari rumah untuk menangkap teroris yang masih ‘bersembunyi’ di antara warga sipil.

Masjid-masjid yang berada di area Operasi Perisai Eufrat (Euphrates Shield) melakukan sholat khusus dan mengemakan takbir, Allah Akbar – Tuhan yang Maha Agung !.

Operasi Turki Euphrates Shield dimulai pada bulan Agustus 2016 dan berakhir pada akhir Maret 2017 untuk memperbaiki keamanan dan menghilangkan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki.

Pada tanggal 20 Januari lalu, Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk mengeliminasi teroris PYD/YPG/PKK dan Daesh dari Afrin.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut serta melindungi Suriah dari kekejaman dan penindasan yang dilakukan oleh grup teroris.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas wilayah Suriah, tegas beliau.

Militer Turki juga mengatakan bahwa hanya teroris yang ditargetkan dan akan mengambil perhatian sepenuhnya untuk menghindari penyalahgunaan warga sipil manapun.

Afrin telah menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak Juli 2012, ketika rezim teroris Assad di Suriah meninggalkan kota itu ke tangan kelompok teror PYD (dan afiliasinya) tanpa perlawanan.

Anadolu Agency

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY