Penasehat Pentagon masih berpikir bahwa Erdogan adalah Perdana Menteri

5377

E-mail yang diretas milik ketua kampanye calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton John Podesta telah mengungkapkan wawasan berharga bagaimana pandangan ahli pemerintah AS terhadap Turki dan presidennya, Recep Tayyip Erdogan.

Email ditulis oleh Stuart E. Eizenstat, Duta Besar AS untuk Uni Eropa dan Wakil Sekretaris Keuangan dalam pemerintahan Clinton (1993-2001), melaporkan secara ekstensif pertemuan Dewan Kebijakan Pertahanan, yang merupakan komite penasihat federal tinggi untuk Pentagon .

Email, tanggal Januari 2016, merangkum pendapat dari anggota dewan, sebagian besar mantan pejabat pemerintahan seperti Henry Kissinger, berkaitan dengan “transaksi” Turki dengan Daesh atas permintaan Menteri Pertahanan Ash Carter.

Hal pertama yang ‘aneh’ di email tersebut adalah kesalahan faktual yang dibuat oleh penulis. Jelas ia menulis ulang notulen pertemuan ini tapi entah bagaimana ada kesalahan yang mendasar. Misalnya, Eizenstat keliru menyebut Erdogan sebagai perdana menteri Turki, ia atau dewan tidak menyadari fakta yang jelas bahwa Erdogan telah menjadi presiden dengan kemenangan di pemilu 2014.

Ketidaktepatan faktual lain adalah tentang penduduk Kurdi di Turki. Email salah menyajikan fakta bahwa wilayah selatan Turki didominasi oleh Kurdi, bukan wilayah utara, seperti kata Eizanstat. Beberapa pejabat Turki menilai preferensi ini sebagai pengakuan AS untuk Greater Kurdistan, yang meliputi bagian dari Turki, Suriah dan Irak.

“Mereka menyebutnya utara, karena bagi mereka, selatan Turki sama dengan utara Suriah,” kata seorang pejabat tinggi Turki. Dia sangat curiga ada alasan ideologis yang dapat mendorong dewan untuk terlibat dengan persepsi retorika pro-Kurdi.

Semua orang yang terlibat dalam hubungan Turki-Amerika setuju bahwa hubungan berada pada jalur yang berseberangan. Ada beberapa optimisme pollyannish setelah intervensi Turki ke Suriah utara, yang secara singkat meningkat menjadi hubungan militer-ke-militer, namun dampak politik segera mengikutinya. Email ini sangat berguna dalam hal ini, untuk lebih memahami pemikiran Amerika.

Tujuan Eizanstat adalah untuk menginformasikan kepada asisten Clinton tentang kebijakan luar negeri jika Clinton menjadi presiden, yang sangat mungkint terjadi. Dewan tampaknya mendapatkan banyak hal yang benar tentang Turki, tetapi juga banyak hal yang salah.

Ada satu hal yang paling menggangu adalah ketika mereka menggambarkan hubungan transatlantik Turki, sebagai Turki versus Barat. Tapi Turki adalah, memang, bagian dari Barat dan harus diakui bahwa dikotomi ini sangat tidak membantu untuk menyelesaikan perbedaan antara Uni Eropa, AS dan Turki.

Pandangan ini juga menjelaskan mengapa Eizanstat atau Dewan Kebijakan Pertahanan datang dengan proposal kebijakan atas dasar bahwa mereka berinteraksi dengan bangsa yang tidak ramah. “… Tapi mayoritas merasa kita harus mencari cara untuk mengambil keuntungan dari masalah ekonomi Turki dan ancaman keamanan untuk menarik nya lebih dekat ke AS,” kata email itu. Hal ini tidak hanya “mengambil keuntungan” dari masalah sekutu NATO, tetapi juga menutupi ketidaktahuan pada data ekonomi – makro Turki yang menurut mereka mengkhawatirkan.

Bagian ini juga sangat menarik: “Tapi Kissinger merasa itu adalah ‘fantasi’ berpikir Erdogan bisa menjadi pro-Barat, karena dia sangat pro-Islam, tetapi masih ada wilayah untuk bekerja sama berdasarkan masalah keamanan bersama.”

Oleh :Ragıp Soylu ~ Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY