Pemerkosaan atau pembunuhan: Apa yang akan Anda pilih?

10717

Perempuan di Aleppo dihadapkan pada pilihan apakah akan bunuh diri sebelum mereka diperkosa oleh antek pro-rezim – adalah realitas mengerikan yang terjadi di Aleppo sekarang.

Warga di Aleppo menyampaikan kepada ulama pertanyaan yang mustahil – apakah lebih baik bunuh diri atau diperkosa, saat pasukan rezim berniat balas dendam saat menyerbu bagian kota yang sebelumnya dikuasai oposisi.

Ini pertanyaan yang mencerminkan skenario menyedihkan bahwa perempuan di Aleppo dihadapkan pada kemungkinan mengerikan, dimana rekaman perkosaan, eksekusi dan penyiksaan muncul pada media sosial pro-rezim dan pro-Rusia.

Sheikh Muhammad Yaqubi, seorang ulama terkemuka dan salah satu dari beberapa ulama Suriah yang secara terbuka menyerukan penghapusan rezim, menjawab pertanyaan mengerikan di Twitter.

“Kami terima pertanyaan dari Aleppo seperti ini, bisakah seorang pria membunuh istrinya atau saudaranya sebelum dia diperkosa oleh pasukan Assad di depannya?” tweet Yaqubi.

Pada saat publikasi, pertanyaan telah di-retweet lebih dari 1.500 kali dan menerima puluhan pesan yang mencerminkan situasi menyedihkan.

The New Arab telah mendengar banyak wanita muda di Aleppo membuat keputusan mengerikan untuk mengakhiri kehidupan mereka sendiri, karena takut serangan antek Assad.

Pertanyaannya – apakah lebih baik bunuh diri atau diperkosa – biasanya hanya diminta secara intelektual, tapi ini adalah kenyataan mengerikan yang benar-benar dihadapi wanita di Aleppo, sekarang.

Hari ini, kaum wanita di Aleppo menanyakan pertanyaan ini – dan mencari hukum agama untuk jawabannya.

“Hal ini dilarang, untuk membunuh karena takut akan pemerkosaan atau bunuh diri, kesabaran sangat diperlukan dan imbalan datang setelah kehidupan,” tweet Syekh Yaqubi.

“Ya Allah, ampunilah kami!” satu jawaban menanggapi pernyaataan Syekh Yaqubi.

The New Arab

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY