Peduli Korban Krisis Listrik di Rumah Sakit Gaza, Ilmuwan Muslim Menggelar Aksi Protes

85

Sejumlah Ulama Muslim Palestina melakukan demonstrasi di Jalur Gaza pada hari Ahad (11/02/2018) untuk memprotes krisis listrik kronis yang membawa korban di rumah-rumah sakit di wilayah Palestina.

Pengunjuk rasa, yang berkumpul di luar sebuah gedung rumah sakit di Kota Gaza timur, menyerukan upaya untuk mencegah jatuhnya sektor kesehatan Gaza (akibat krisis listrik).

“Penutupan rumah sakit mengharuskan dunia untuk berdiri bersama orang-orang Palestina,” kata Nasim Yasin, kata wakil ketua Persatuan Ulama Palestina.

Yasin meminta pemerintah Palestina untuk memikul tanggung jawabnya dan membuka kembali rumah sakit dan memberi rumah sakit pasokan listrik dan medis yang memadai.

Yasin kemudian mengajukan naik banding ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan kelompok hak asasi manusia untuk memiliki solidaritas dan berdiri bersama-sama orang di jalur Gaza.

Jalur Gaza, yang merupakan rumah bagi dua juta orang ini telah diblokade secara ketat oleh Israel dan mengalami kesulitan serta kekurangan listrik sejak tahun 2006.

Krisis tersebut telah memaksa beberapa rumah sakit dan pusat kesehatan lainnya untuk menangguhkan layanan mereka kepada pasien dalam beberapa hari terakhir.

Pekan lalu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa krisis energi di Jalur Gaza mendorong wilayah Palestina yang tersingkir itu berada di ambang bencana.

Meskipun Jalur Gaza membutuhkan sekitar 600 megawatt listrik, saat ini Jalur Gaza hanya menerima 120 megawatt dari penjajah Israel dan 32 megawatt lainnya dari Mesir.

Menurut Otoritas Energi Palestina, pembangkit listrik yang berfungsi di Gaza saat ini hanya mampu menghasilkan 60 megawatt listrik.

YeniSafak

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY