PBB: Lebih dari 7 Juta Anak Yaman Menghadapi Ancaman Kelaparan Serius

221
Anak lelaki Yaman berusia 10 tahun, menderita gizi buruk yang parah. Ia terbaring di tempat tidur di sebuah rumah sakit di Jabal Habashi di pinggiran kota Taiz, pada 30 Oktober 2018. (Foto AFP)

Lebih dari tujuh juta anak menghadapi ancaman kelaparan yang serius di Yaman dan mengakhiri perang di negara itu tidak akan menyelamatkan mereka semua, kata badan PBB,UNICEF, yang khusus menangani persoalan anak-anak.

“Hari ini, sekitar 1,8 juta anak-anak di bawah usia lima tahun menghadapi kekurangan gizi akut, dan 400.000 anak telah jatuh dalam kondisi gizi buruk akut. Lebih dari separuh dari total 14 juta orang yang menghadapi risiko serius kelaparan di negara miskin itu adalah anak-anak” kata Geert Cappelaere, direktur regional UNICEF┬ápada Rabu (31/10) malam.

“Mengakhiri perang tidaklah cukup” lanjutnya, mengacu pada perang antara pemerintah Yaman yang didukung oleh koalisi militer Saudi terhadap kelompok teror Houthi yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.

“Apa yang kita butuhkan adalah menghentikan perang dan menciptakan mekanisme pemerintah yang menempatkan rakyat dan anak-anak sebagai pusat perhatian,” kata Cappelaere.

“Perang memperuncing situasi yang sudah buruk sebelumnya karena Yaman bertahun-tahun berada dalam kondisi keterbelakangan, Yaman negara termiskin di dunia Arab”, kata Cappelaere.

Dia menyambut panggilan dari PBB pada hari Rabu(31/10) untuk meluncurkan kembali pembicaraan damai antara pihak bertikai dalam waktu satu bulan.

Dia mengatakan upaya untuk menemukan solusi dalam 30 hari ke depan adalah hal penting untuk meningkatkan distribusi bantuan dan menyelamatkan nyawa rakyat.

Cappelaere mengatakan bahwa lebih dari 6.000 anak telah terbunuh atau mengalami luka serius sejak tahun 2015.

“Ini adalah angka-angka yang dapat kami verifikasi, tetapi kami dapat berasumsi bahwa jumlah aslinya di lapangan adalah lebih tinggi, jauh lebih tinggi,” katanya.

Arab Saudi dan sekutunya memulai perang Yaman untuk mendukung Presiden sah Yaman ,Abedrabbo Mansour Hadi, setelah pemberontak syiah Houthi yang didukung Iran mengambil alih ibukota Sana’a.

Sejak 2015, lebih dari 10.000 orang telah tewas dan sekitar 22 juta (tiga perempat dari populasi Yaman) membutuhkan bantuan makanan, menurut PBB.

Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY