PBB: April ‘Bulan Paling Mematikan’ Bagi Warga Sipil Yaman pada 2018

30
April lalu adalah bulan paling mematikan di Yaman sejauh ini dengan peningkatan tajam dalam jumlah korban sipil terhitung lebih dari 230 kematian, laporan PBB.
 
“Bulan April adalah bulan paling mematikan bagi warga sipil di Yaman sejauh ini pada tahun ini, dengan peningkatan tajam dalam korban. Setidaknya 236 warga sipil tewas dan 238 terluka di Yaman pada April – total 474 korban sipil, dua kali lipat dibandingkan bulan Maret, dimana pada bulan Maret 180 korban sipil didokumentasikan, “kata Ravina Shamdasani, juru bicara Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.
 
Berbicara pada konferensi pers di Jenewa, Shamdasani mengatakan 6 warga sipil tewas dan 57 orang terluka pada pekan pertama bulan Mei, seraya memperingatkan bahwa jumlah tinggi korban tewas di negara itu berlanjut pada bulan Mei juga.
 
“Kami sangat prihatin tentang peningkatan tajam dalam korban sipil dan sekali lagi kami memanggil pada semua pihak dalam konflik untuk menghormati hukum humaniter internasional,” katanya.
 
Menurut PBB, total setidaknya 6.385 warga sipil Yaman telah tewas, dan 10.047 terluka sejak dimulainya konflik Yaman pada Maret 2015.
 
Yaman telah dilanda oleh kekerasan dan kekacauan sejak tahun 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibukota Sanaa.
 
Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Sunni-Arab ,yang mengklaim bahwa militan Houthi bekerja sebagai proxy Iran di Yaman, meluncurkan kampanye udara besar-besaran di negara itu.
 
Anadolu Agency

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY