Pasukan Turki Mencegah Upaya Kudeta di Qatar dengan Melindungi Kediaman Emir Tamim

197

Pasukan Turki memainkan peranan besar dalam menghentikan upaya kudeta politik terhadap Emir Qatar,Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, dalam krisis politik terbesar di Timur Tengah ketika Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir dan Bahrain memutuskan hubungan mereka dengan Qatar sejak tanggal 5 Juni 2017, menurut sebuah laporan sebuah surat kabar harian di Turki.

Kolumnis harian Turki Yeni Şafak, Mehmet Acet mengklaim bahwa dengan memberikan perlindungan ke kediaman Emir Qatar di Doha pada malam pertama krisis tersebut, pasukan Turki mencegah sebuah kudeta politik dan memberikan kontribusi terhadap kedaulatan dan stabilitas nasional negara itu di wilayah tersebut.

Arab Saudi dan UEA menjelaskan alasan pemutusan hubungan tersebut karena dugaan Qatar terlibat dengan apa yang mereka tuduh sebagai “kelompok teroris” dan hubungan dekat negara Qatar dengan Iran, yang (dimana pemutusan hubungan ini) bertujuan untuk merongrong Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani.

“Pasukan Saudi dan UEA tidak memiliki kesempatan untuk menggulingkan Emir Qatar dan harus kembali setengah jalan,” kata artikel tersebut.

Menurut Acet, salah satu anggota pemerintah yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengkonfirmasi bahwa pada tanggal 5 Juni, hampir 200 tentara Turki diperintah untuk melindungi kediaman Emir Qatar pada malam hari, dengan tujuan jika ada pasukan yang mencoba untuk melukai Emir atau menggulingkannya.

Pesawat-pesawat milik Angkatan Udara Turki juga dilaporkan siap beraksi pada malam hari.

Pergerakan perlindungan kediaman terjadi setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan panggilan telepon mengenai masalah yang sedang berlangsung dengan Emir Qatar. Emir dilaporkan telah meminta bantuan Turki untuk mengambil tindakan dan melindungi Qatar sebelum pasukan Saudi dan UEA mencoba sebuah upaya kudeta.

Selain upaya diplomatik untuk mengatasi krisis tersebut, Turki juga telah mengirim bantuan makanan, termasuk produk buah-buahan, produk susu dan unggas melalui laut dan udara, untuk membantu Qatar mengalahkan embargo. Pengiriman bantuan tersebut dikirim dengan hampir 200 pesawat kargo sejak krisis dimulai.

Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY