Pasangan Pengungsi Suriah Membangun Perpustakaan di Istanbul

136

Pengungsi Suriah,Nada,sejak empat tahun lalu melarikan diri dari negaranya yang dilanda perang,tetapi dia tidak meninggalkan kecintaannya terhadap buku.

Setibanya di Istanbul, lulusan universitas itu tidak dapat menemukan buku berbahasa Arab yang juga terlalu mahal untuk dibeli dari luar Turki.

Nada mendapatkan 200 buku pertamanya melalui donasi dari luar negeri dan mendirikan perpustakaan pinjaman sendiri tahun lalu, awalnya hanya untuk teman-temannya saja.

Dengan dorongan mereka,Nada memperluas koleksinya dan mulai meminjamkan buku kepada para pengungsi Suriah lainnya secara online. Dengan biaya tahunan yang kecil, keluarga pengungsi dengan berpenghasilan rendah dapat membaca berbagai koleksi buku Nada sepanjang tahun.

Nada bertemu dengan tunangannya dan mitra bisnisnya, Mohamed, di sebuah pameran buku. Mohamed adalah seorang pengungsi Suriah yang melarikan diri ke Turki setelah tujuh bulan dipenjara rezim Assad. Mohamed sekarang bertugas untuk mempromosikan perpustakaan online dan penambahan koleksi buku terbaru untuk memperluas bisnis mereka.

Perpustakaan kecil ini terletak di lingkungan Fatih pusat kota Istanbul, yang merupakan rumah bagi banyak pengungsi Suriah.

Dengan bantuan UNHCR, pasangan itu menerima hibah awal yang mereka gunakan untuk membeli lebih banyak lagi buku.

Turki adalah rumah bagi lebih dari 3,5 juta warga Suriah yang melarikan diri dari perang tujuh tahun negara itu, menurut badan pengungsi PBB.

Orient News

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY